Kelompok Tani Logede Runner Up Poktan Berprestasi Level Provinsi

Kamis, 13 Juni 2019 | 07:49 WIB

Ilustrasi. Tanaman jagung.

 

SUMBER, mataairradio.com – Kelompok Tani Margo Mulyo Desa Logede Kecamatan Sumber menjadi runner up Poktan berprestasi pada upaya khusus (Upsus) tanaman jagung level Jawa Tengah.

Margo Mulyo mengungguli Poktan Sidorejo dari Desa Petung Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang di peringkat ketiga dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki dari Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus sebagai juara harapan, di Upsus yang sama.

Adapun jawara pada Upsus tanaman jagung adalah Kelompok Tani Karya Mukti Desa Karangrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.

Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo Sugiyanto kepada mataairradio menyatakan bangga atas capaian tersebut.

“Ini baru pengumuman, serah terima penghargaan biasanya Agustus,” terangnya pada Kamis (13/6/2019).

Ia menyebutkan, 68 anggota kelompoknya aktif mengembangkan tanaman jagung pada luasan lahan total 170 hektare.

“Waktu ubinan, bersama Pak Ratmin (Suratmin, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang) produktivitas berkisar antara tujuh hingga delapan ton jagung per hektare,” ujarnya.

Menurutnya, luasan lahan yang ditanami jagung tidak seluruhnya tanah yasan atau milik perorangan, tetapi juga milik Perhutani.

“(Ke depan) Ya terus (mengembangkan). Lahan perhutani kan tanamannya 75 persen jagung. Sisanya ketela. Dan padi untuk MT (masa tanam, red.) I,” katanya.

Sugiyanto juga menyebutkan, berkat capaian Poktannya, bantuan bibit baik itu jagung maupun padi, akan mengalir.

“Untuk kelompok kami (bantuan bibit jagung dan padi) tetap diprioritaskan,” tandasnya.

Selain Poktan-poktan berprestasi pada Upsus jagung, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengumumkan jawara-jawara pada Upsus padi dan kedelai.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan