Jelang Natal, Harga Sembako di Rembang Naik

Sabtu, 19 Desember 2015 | 11:06 WIB

Salah seorang ibu hendak membeli bawang merah dan cabai di Pasar Rembang, Sabtu (19/12/2015) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Rembang mulai mengalami kenaikan, menjelang perayaan Natal tahun ini.

Berlangsungnya musim hujan, diduga juga menjadi penyebab lain, di balik terkereknya harga sembako di pasaran.

Kenaikan antara lain terjadi pada komoditas seperti sayuran, termasuk cabai. Harga cabai merah misalnya, kini tembus Rp31.000 per kilo. Padahal, sebelumnya, hanya sekitar Rp27.000 per kilo.

Sutris, seorang pedagang sembako di Pasar Rembang menduga, menaiknya harga sayuran termasuk cabai, kentang, wortel, dan tomat, tidak serta merta karena menjelang Natal, tapi lantaran datangnya musim hujan.

“Jika terkena hujan, jenis sayuran tersebut menjadi mudah busuk. Padahal stoknya terbatas, jadi harganya mahal,” terangnya.

Sumarni, pedagang sembako lainnya di pasar itu menambahkan, harga telur pun ikut naik menjelang Natal tahun ini.

“Jika sebelumnya hanya Rp20 ribu per kilo, kini harga telur menjadi Rp21.500 per kilogram,” bebernya.

Ia mengakui, permintaan telur menjelang Natal naik, sehingga mengerek harga.

Menurutnya, harga beras juga mengalami lonjakan. Kini harga beras kualitas medium, tembus Rp10.000 per kilo dari sebelumnya yang hanya Rp9 ribu per kilogram.

Meski menyebut adanya kenaikan sembako, tetapi Sumarni tidak menyebutkan kapan harga-harga akan kembali normal.

“Nggak tahu kapan normalnya,” tegasnya.

Sementara itu, meski harga sejumlah sembako mulai mengalami kenaikan, namun kondisi Pasar Rembang, masih tampak relatif ramai.

Diduga hal itu didorong oleh sedang berlangsungnya tradisi mauludan yang masih kental dipelihara oleh mayoritas umat muslim kabupaten ini.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan