Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Ayam Meroket

Senin, 17 Desember 2012 | 17:13 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG – MataAirRadio.net, Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rembang, beberapa hari terakhir mengalami kenaikan hingga Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Induk Kota Rembang mengungkapkan, kenaikan sudah terjadi setidaknya dalam satu pekan terakhir. Menurut mereka, kenaikan dipicu stok daging ayam di pasaran yang sangat terbatas jumlahnya.

Seorang pedagang daging ayamEdi Purwanto, kepada reporter Mata Air Radio, Senin (17/12), mengatakan, kenaikan daging ayam disebabkan tidak sebandingnya stok yang ada dengan permintaan masyarakat.

Salah satu pemicu meningkatnya permintaan masyarakat antara lain saat ini harga daging sapi sedang melambung sehingga berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih daging ayam sebagai pengganti daging sapi.

Hal senada dikatakan salah seorang pemasok daging ayam di Kabupaten Rembang, Ellen Veri Frestiyanto. Menurutnya, saat ini permintaan masyarakat meningkat dibanding beberapa waktu lalu menyusul banyaknya hajatan yang dilaksanakan warga, baik untuk acara pernikahan maupun khitanan.

Selain itu, tambah Elen, suplai daging ayam di pasaraan juga sangat terbatas lantaran sebagian peternak ayam belum memasuki masa panen.

Menurut catatan MataAir Radio, kenaikan harga daging ayam di tengah melambungnya beberapa harga kebutuhan pokok lainnya cukup membebani warga.

Apalagi, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok masih akan terus terjadi seiring semakin dekatnya perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. Warga berharap, pasokan daging ayam di pasar dapat kembali lancar sehingga harga kembali normal. (Muhtarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan