Jatah Solar Dikurangi, Lima Pengelola SPBU Protes

Senin, 21 Mei 2012 | 09:31 WIB


REMBANG – Jatah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabapaten Rembang dikurangi Pertamina sejak awal Mei ini, sehingga pengelola masing-masing SPBU itu protes.

Berdasarkan informasi yang dihimpun suararembang, Senin (21/5), pengurangan jatah solar itu diduga terkait program pembatasan BBM jenis solar di SPBU yang kerap dijadikan langganan nelayan di kabupaten itu.

Namun, SPBU yang menjadi jujugan nelayan dalam membeli solar tidak hanya lima SPBU. Di Kecamatan Kota Rembang misalnya, dari lima SPBU yang ada, hanya SPBU 44.592.03 dan 44.592.15 yang kurangi pengirimannya hingga separuh.

Padahal, tiga SPBU lainnya juga melayani penjualan solar ke nelayan yang mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait. Selain dua SPBU di Kecamatan Kota Rembang, tiga SPBU lain yang juga dikurangi jatah pengiriman solarnya masing-masing SPBU 44.592.13 dan 44.592.07 di Kecamatan Sarang, dan SPBU 44.592.01 di Kecamatan Kragan.

Dari data yang dihimpun, sejak awal Mei lalu, rata-rata jatah per pengiriman solar untuk masing-masing dari kelima SPBU tersebut hanya antara 8.000 hingga 16.000 liter.

“Padahal kami mengajukan ‘dropping order’ ke Pertamina mencapai 32.000 hingga 40.000 liter sehari,” kata Supervisor SPBU 44.592.15 Rembang, Muhammad Syafik.

Ia menyebutkan, SPBU-nya sudah dua minggu terakhir mengajukan order solar sebanyak 32 ribu liter. “Namun oleh Pertamina hanya dikirimi solar sebanyak 8.000 liter,” terang dia.

Pihaknya mengaku sudah melayangkan protes ke Pertamina dan sudah diberikan jawaban. “Jawabannya ya akan dievaluasi. Namun, entah kapan,” ungkapnya.

Supervisor SPBU 44.592.03 Rembang, Bambang menambahkan, akibat pengurangan jatah pengiriman yang sudah berlangsung sejak awal Mei itu, pihaknya memperkirakan akan terjadi penurunan omzet pada bulan ini.

“Angka pasti penurunan omzet baru akan dihitung akhir bulan. Kami hanya bisa pasrah dan berharap pembatasan ini dicabut, mengingat kebutuhan cukup tinggi,” tandas Bambang. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan