Jatah BBM Bersubsidi Usaha Mikro Tergantung Kajian

Sabtu, 28 April 2012 | 11:55 WIB


KOTA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang menyatakan tidak membuat batasan tertentu jatah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi usaha mikro.

Namun, menurut Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Muntoha, Jumat (27/4), jatah BBM bersubsidi bagi usaha mikro akan ditentukan setelah usaha yang bersangkutan mengajukan permohonan rekomendasi.

“Mereka, pelaku usaha mikro, yang bisa dilayani BBM bersubsidi adalah yang mengajukan rekomendasi. Yang tidak mengajukan ya sudah tentu tidak akan dilayani BBM bersubsidi ketika membeli di SPBU,” terang mantan Kabag Perekonomian Sekda Rembang itu.

Muntoha menjelaskan, setelah pelaku usaha mikro mengajukan rekomendasi, tim dari Dinperindagkop dan UMKM akan melakukan analisis kebutuhan BBM usaha yang bersangkutan.

“Jadi, setiap pengajuan rekomendasi, usaha mikro harus menyertakan usulan kebutuhan BBM bersubsidi. Selanjutnya, tim kami akan menganalisisnya. Baru kemudian ditentukan jatah layanan BBM bersubsidi untuknya,” kata dia menjelaskan.

Ia menjamin, kajian terhadap kebutuhan BBM bersubsidi usaha mikro itu dilakukan secara obyektif.

“Kami pun akan terus memantau perkembangan rekomendasi yang telah kami turunkan kepada usaha mikro. Jika ternyata ditemukan penyelewengan, kami tak segan mencabutnya,” tegas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menyatakan usaha mikro dengan kekayaan bersih Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan tempat usaha, serta yang mencatatkan angka penjualan paling banyak Rp300 juta setahun, bisa dilayani BBM bersubsidi.

Hamzah menyebutkan ketentuan tersebut diatur dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2012. Sebagaimana perbup tersebut, ada tujuh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kabupaten itu yang diberi kewenangan menerbitkan rekomendasi pembelian BBM bersubsidi untuk para pelaku usaha, salah satunya Dinperindagkop dan UMKM. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan