Impor Dibatasi, Harga Sapi Lokal Terkerek

Rabu, 25 Juli 2012 | 02:31 WIB
Harga daging sapi pun mengalami kenaikan akibat pembatasan impor. (Foto: koran-jakarta.com)

SUMBER – Kebijakan Pemerintah yang hanya mengimpor daging sapi beku nampaknya berpengaruh pada melonjaknya harga sapi lokal belakangan ini. Kenaikan harga sapi dirasakan sebagian besar peternak mamalia itu di Rembang selama Ramadan.

Seorang peternak sapi di Dusun Keso Desa Tlogotunggal, Kecamatan Sumber, Budi Suharti, Rabu (25/7), menyebutkan, harga sapi memang mengalami kenaikan signifikan satu bulan terakhir ini.

“Saya pun heran kenapa harga sapi malah mengalami kenaikan, padahal sebulan ini kan musim masuk sekolah. Ini berkah bagi peternak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, seekor sapi yang dibelinya pada Juli 2011 hanya seharga Rp2juta, kini laku dijual dengan harga tak kurang dari Rp4juta.

“Biasanya, dalam setahun, harga sapi paling hanya bergerak tak lebih dari satu juta rupiah. Namun kini hingga Rp2juta,” terang dia.

Peternak lainnya di Dusun Kanung Desa Tlogotunggal, Sukarmi, juga mengungkapkan hal senada. Ia menyatakan baru saja menjual pedet (anak sapi, red.) belum lama ini untuk memenuhi kebutuhan anaknya sekolah.

“Saya baru saja menjual pedet berumur 13 bulan. Harganya tinggi. Laku Rp4,5juta. Padahal kemarin-kemarin, paling banter laku Rp2,5 juta,” kata dia.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang, Derevneti Nur Siswanti saat dikonfirmasi mengatakan, tren kenaikan harga sapi lokal pada satu bulan terakhir antara lain merupakan dampak dari pembatasan keran impor.

“Pemerintah memang membatasi impor daging sapi. Pemerintah hanya mengimpor daging sapi beku yang memang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Dengan demikian, produksi daging sapi lokal tumbuh,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Ramadan dan menjelang Lebaran merupakan saat dimana tingkat konsumsi masyarakat atas daging sapi mengalami peningkatan signifikan.

“Karena tidak ada daging impor yang merembes di pasar lokal, sementara tingkat konsumsi meningkat, sudah tentu harga sapi akan terkerek naik,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan