Harga Tebu Merosot, Petani Cemas

Jumat, 13 Juli 2012 | 10:14 WIB
Harga jual tebu ditingkat petani merosot menyusul turunnya harga lelang gula

REMBANG – Sejumlah petani tebu di Kabupaten Rembang mengaku cemas atas turunnya harga lelang gula dalam dua pekan terakhir. Pasalnya, jika harga lelang gula terus merosot, maka akan sangat berdampak pada harga jual tebu di tingkat petani.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Rembang, Maryono, Jumat (13/7), mengatakan, turunnya harga gula di tingkat lelang membuat harga jual tebu petani anjlok.

“Turunnya harga lelang gula dari Rp11.500  menjadi tinggal Rp10.000 per kilogram, mengakibatkan harga tebu petani menurun dari kisaran Rp300 hingga Rp350 per kilogram menjadi kisaran Rp280 hingga Rp300 per kilogram. Jika ini terus berlangsung, dipastikan petani bakal merugi,” katanya.

Penurunan harga lelang gula secara tiba-tiba, tambah Maryono, memunculkan beberapa spekulasi di lapangan, diantaranya adanya kecurigaan masuknya gula impor secara diam-diam.

“Ini sangat berdampak pada harga jual tebu di tingkat petani.  Semakin harga lelang gula turun, semakin rendah harga tebu petani,” tambahnya.

Ditambahkannya, penurunan harga lelang gula pada awal musim tebang tebu seperti saat ini, sangat merugikan petani. Pasalnya, jumlah tanaman tebu yang belum ditebang jumlahnya lebih besar dari pada yang sudah ditebang.

“Jika ini (penurunan harga lelang gula-red) terus terjadi, sudah pasti harga tebu akan menjadi terpuruk yang berdampak pada kerugian petani. Padahal, saat ini stok tebu petani masih sangat banyak. Penurunan harga lelang gula secara drastis biasanya hanya terjadi pada puncak musim tebang sekitar bulan September-Oktober,” tegasnya.

Petani tebu berharap pemerintah segera turun tangan agar harga tebu di tingkat petani relatif stabil sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Dari pantauan Suararembang di lapangan, indikasi turunnya harga lelang gula dibarengi dengan turunnya harga jual gula pasir putih menjadi Rp11.000 dari harga sebelumnya Rp12.500. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan