Harga Sapi cenderung Naik Hingga Idul Adha

Rabu, 12 September 2012 | 02:00 WIB
Harga sapi merangkak naik. (Foto: Tarom)

REMBANG, mataairradio.net – Harga Sapi di Kabupaten Rembang dua pekan terakhir mulai merangkak naik. Kenaikan harga diduga disebabkan banyaknya permintaan untuk memenuhi kebutuhan daging lokal.

Selain itu, kenaikan juga diduga disebabkan karena sebagian petani dan peternak sengaja ‘menyimpan’ sapi sambil menunggu harga yang lebih tinggi lagi yang biasa terjadi setiap menjelang Idul Adha.

Salah seorang pedagang sapi asal Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Rasiman, Rabu (12/9), mengatakan, kenaikan sudah terjadi sejak menjelang Lebaran lalu.

“Namun saat ini, harga sapi di pasaran terus melonjak seiring bertambahnya permintaan oleh sejumlah rumah jagal dan semakin dekatnya perayaan Idul Adha. Kenaikan terjadi pada semua jenis sapi baik jantan maupun betina,” katanya.

Ia menambahkan, kenaikan harga sapi diprediksi akan terus berlanjut hingga perayaan Idul Adha. “Jumlah pasokan sapi dari desa-desa berkurang sejak sekitar dua minggu ini. Di sisi lain, permintaan sapi semakin banyak. Karenanya harga terus merangkak. Biasanya harga baru akan turun usai perayaan Idul Adha,” tambahnya.

Hal serupa dikatakan pedagang sapi lain asal Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Yatiman. Menurutnya, tren kenaikan harga sapi selalu terjadi pada sebulan menjelang Idul Adha.

“Saat menjelang Lebaran saja harga sapi sudah naik, apalagi saat ini bulan Syawal hampir usai, dan sebulan lagi sudah Idul Adha. Jelas harga akan semakin naik,” ujarnya.

Ia menuturkan, harga sapi dengan kualitas sama, yang sebelumnya dihargai hanya Rp4 juta, kini naik menjadi Rp6 juta per ekor.

“Kenaikan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per ekor. Jika tidak ada perubahan kebijakan pemerintah terkait daging impor, harga sapi cenderung akan semakin melambung hingga Idul Adha,” pungkasnya. (Tarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan