Harga Sapi Bakalan Terus Meroket

Minggu, 18 November 2012 | 13:28 WIB

Diharapkan pemerintah tidak impor sapi dari luar negeri.

REMBANG – MataAirRadio.net Harga sapi terus meroket setelah perayaan Idul Kurban. Kenyataan itu mulai berimbas pada naiknya harga sapi bakalan atau anakan. Harga sapi bakalan pertengahan November ini naik rata-rata Rp 1 juta ekor hingga Rp 2 juta per ekor.

Sahid, Ketua Kelompok Peternak Mekar Jaya Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang mengatakan, meski harga sapi anakan naik, peternak justru bersemangat menambah ternak peliharaan.

Namun, mencari sapi anakan di Kabupaten Rembang sekarang ini bahkan terhitung sulit. Dirinya mengaku berburu sapi bakalan hingga Blora, dan Bojonegoro. Ibarat kata, dirinya mengimpor bakalan dari luar Rembang.

Sahid menyebutkan, harga sapi bakalan kini berkisar antara Rp7,5 juta per ekor hingga Rp8 juta per ekor. Menurut Sahid, kenaikan harga sapi anakan ini banyak dipengaruhi tingginya harga sapi dewasa.

Jika saat Idul Kurban lalu pihaknya sudah mampu menjual sapi Rp30ribu per kilogram timbangan hidup, saat ini harganya sudah melonjak hingga Rp35ribu per kilogram timbangan hidup.

Dengarkan rekaman disini.

Kenaikan harga sapi ini tak hanya berlaku untuk sapi penggemukan seperti limousine, tetapi di hampir semua jenis sapi saat ini, harganya terus meroket.

Terus membaiknya harga sapi ini justru memberi jaminan bagi peternak untuk terus mengembangkan usahanya. Pihaknya berharap Pemerintah mendukung peternak lokal dengan tidak mengimpor daging atau pun sapi dewasa dari luar negeri.

Dengarkan rekaman disini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, populasi ternak khususnya sapi di Kabupaten Rembang tercatat mencapai 152ribu ekor.

Peternak biasanya memilih pembuahan dengan inseminasi buatan untuk mempercepat memperoleh anakan baru. Menurut Suratmin, cara ini paling efektif sehingga menjadi pilihan banyak peternak. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan