Panen Di Luar Musim, Harga Melon Melangit

Jumat, 8 Februari 2013 | 17:39 WIB
Haji Munawar menunjukkan hasil panen buah melon.

Munawar bersiap mengirim hasil melon ke Jakarta.

SUMBER – MataAirRadio.net, Petani melon di Kecamatan Sumber, tersenyum lega menyusul melonjaknya harga buah tersebut pada masa panen di luar musim seperti kali ini. Semula harga buah melon dari petani hanya laku Rp5.000 per kilogram. Namun saat panen kali ini, harga melon naik menjadi Rp8.000 per kilogramnya.

Salah seorang petani asal Desa Grawan Kecamatan Sumber, Munawar yang ditemui di sela-sela panen tujuh ton melon miliknya kepada reporter MataAir Radio, Jumat (8/2) pagi mengatakan, kenaikan harga komoditas ini dipicu mimimnya pasokan di pasaran.

Mayoritas petani, kata Munawar, biasanya baru akan menanam melon pada saat selepas musim tanam padi kedua atau ketika kemarau menjelang. Namun, ia yang membidik harga tinggi, memilih mengembangkan tanaman melon di saat banyak petani tidak menanamnya atau ketika berlangsung musim hujan seperti sekarang.

Meski demikian, Munawar yang mengembangkan sebanyak 5.000 batang melon di lahan seluas seperempat hektare miliknya mengatakan, menanam komoditas ini saat musim penghujan memiliki risiko gagal yang relatif tinggi.

Tetapi Munawar mengaku punya cara jitu untuk menekan risiko gagal. Ia melakukan perawatan secara maksimal, termasuk pemberian fungisida dan suplemen pupuk lain yang tepat untuk membentengi tanaman dari hama dan jamur.

Munawar juga mengatakan, selain karena terbatasnya pasokan, kenaikan harga melon juga dipicu oleh pembatasan kuota dan pelarangan impor oleh Pemerintah terhadap beberapa jenis buah termasuk melon.

Munawar juga mengatakan, dengan harga melon yang cenderung tinggi seperti saat ini, bertanam buah melon menjadi sangat menjanjikan. Keuntungan yang diperoleh petani pun berlipat ganda.

Dengan masa tanam hingga panen hanya 60 hari dan biaya perawatan sekitar Rp2.000 per batang, petani dapat memperoleh keuntungan yang besar daripada menanam tanaman lain yang masa panennya cenderung lebih lama. Hanya saja, Munawar menegaskan, agar panen berhasil dituntut ketekunan serta memahami secara benar cara budidaya melon.

Petani melon di Kecamatan Sumber biasanya menjual hasil panennya langsung ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Melon yang dibawa ke Jakarta biasanya yang kualitas super, sementara kualitas kedua umumnya dijual ke pasar lokal seperti Rembang dan Pati. (Muhtarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan