Semusim, Harga Garam Tak Sentuh HPP

Jumat, 9 November 2012 | 20:08 WIB

Ilustrasi : Petani Garam

Rembang – MataAirRadio.net – Pemerintah benar-benar tidak berdaya mengondisikan harga garam pada musim produksi tahun ini. Bagaimana tidak, meski Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga pembelian garam sebesar Rp550 per kilogram untuk kualitas kedua dan Rp750 per kilogram untuk kualitas satu, namun selama musim ini petani sama sekali tak bisa menikmati harga itu.
Seorang petani garam di Desa Tireman Kecamatan Kota Rembang, Rusmanto bahkan menyatakan, harga garam kualitas kedua di penghujung musim produksi tahun ini, anjlok menjadi hanya Rp320 per kilogram.
Ia pun menyebutkan, selama musim produksi garam pada 2012, harga tertinggi garam kualitas kedua yang dinikmati petani tak lebih dari Rp500 per kilogram dan rata-rata hanya Rp400 per kilogram.

Dengarkan rekaman di sini.

Memang, produksi garam rakyat di Kabupaten Rembang pada musim 2012 diperkirakan akan melampaui produksi tahun lalu yang lebih dari seratus dua puluh lima ribu ton (125.623,5) ton.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang memprediksi, produksi garam tahun ini bakal mencapai 150.000 ton hingga akhir musim produksi akhir November mendatang.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman mengakui pihaknya memang tak bisa berbuat banyak, untuk mengondisikan harga garam sebagaimana harga pembelian pemerintah.
Suparman juga mengakui, tidak stabilnya harga garam lebih disebabkan oleh mekanisme pasar yang memang tidak berpihak kepada petani. Meski demikian, produksi per hektare lahan meningkat hingga 100 ton per tahun, dari tahun lalu yang rata-rata hanya 90 ton. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan