Harga Bawang Merah Lokal Melambung

Selasa, 15 Mei 2012 | 08:39 WIB


KOTA – Harga bawang merah lokal di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rembang melambung. Saat ini, harganya mencapai Rp6.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp4.000 per kilogram.

Menurut Tamijan (50), salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kota Rembang, Selasa (15/5), naiknya harga bawang ini diprediksi karena suplai dari daerah penghasil bawang sedikit.

“Bawang merah lokal disini kebanyakan disuplai dari Brebes. Biasanya dalam sehari suplai bawang bisa mencapai 50 kg, sekarang menurun hanya 30 Kg. Itupun harus menunggu lama,” kata dia.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, dirinya belum berpikir memesan bawang impor. Apalagi, kata dia, bawang merah impor ini juga tak kalah mahalnya, mencapai Rp6.500 per kilogram.

“Akibat kenaikan harga ini banyak pembeli yang protes. Bahkan pendapatan juga mengalami penurunan. Sebab, biasanya konsumen membeli bawang di atas satu kilogram, sekarang diecer, paling-paling seperempat kilogram. Jadi, keuntungan kami pun juga berkurang,” terang dia.

Tamijan juga mengatakan selain bawang merah lokal, kenaikan juga terjadi pada cabai. “Cabai juga naik dari Rp2.500 menjadi Rp4.000 per kilogram,” kata dia.

Tantuk (53), ibu rumah tangga asal Sumberejo mengatakan meskipun harga bawang mahal, tetap saja diburu. Pasalnya, bawang merupakan salah satu bumbu masak yang diperlukan.

“Karena itu, meski bawang mahal, menyisiatinya dengan cara membeli sesuai kebutuhan saja,” terang Tantuk.

Ia mengaku, dibandingkan dengan bawang impor, dirinya lebih menyukai bawang lokal. Meskipun ukurannya lebih kecil, tapi kualitasnya juga lebih bagus. Aromanya juga lebih menyengat.

Berbeda dengan bawang impor. Meskipun ukurannya lebih besar, tapi kadar airnya lebih tinggi. Jadi, lebih cepat busuk. Selain itu, aromanya kurang tajam, katanya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan