Harga Bawang Putih di Rembang Timur Terjun Bebas

Sabtu, 24 Agustus 2013 | 15:35 WIB
Harga bawang putih di Rembang Timur Rp60.000 per Kilogram

Bawang Putih.

SALE, MataAirRadio.net – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di wilayah Rembang timur terjun bebas. Harga bumbu dapur yang ampuh untuk merawat kesehatan ginjal itu, kini hanya Rp10.000 per kilogram. Padahal, satu hingga dua bulan yang lalu, harga bahan bumbu ini sempat mencapai Rp60.000 per kilogram.

Karminto, seorang pedagang di Pasar Sale yang ditemui Sabtu (24/8) pagi mengatakan, harga bawang putih memang turun drastis. Namun harga bawang merah belum banyak beranjak turun. Ia menyebutkan, harga bawang merah kini masih berkisar antara Rp35.000-Rp41.000 per kilogram. Menjelang bulan Puasa kemarin, harga bawang merah mencapai Rp55.000 per kilogram.

Pedagang mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga bawang putih yang tidak disertai penurunan harga yang sama dengan bawang merah. Yang pedagang tahu, saat ini banyak pembeli mengeluhkan masih tingginya harga bawang merah.

Sementara itu, masih tingginya harga bawang merah membuat kalang kabut sebagian ibu rumah tangga. Muawanah, seorang ibu rumah tangga di wilayah Sale menuturkan, harga bawang merah saat ini membuat anggaran belanja menjadi membengkak.

Untuk menyiasatinya, dia harus rela mengurangi takaran bumbu bawang merah. Muawanah pun mengaku tidak mampu untuk membeli bawang merah dalam jumlah banyak. Paling banter ia hanya membeli setengah kilogram untuk keperluan hingga sepekan.

Dari pantauan MataAir Radio, di Pasar Sedan dan Sarang harga bawang putih juga terjun bebas, sedangkan harga bawang merah masih menjulang. Sementara untuk cabai rawit turun menjadi hanya Rp16.000-Rp20.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah stabil di kisaran harga Rp25.000 per kilogram. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan