Gara-gara Stok Melimpah, Harga Garam Krosok di Rembang Merosot

Kamis, 25 Juli 2019 | 19:13 WIB

KALIORI, mataairradio.com – Harga garam krosok di Kabupaten Rembang merosot drastis pada musim produksi tahun ini. Hal itu disebabkan oleh masih melimpahnya stok garam di tingkat petani.

Nawawi, salah seorang petani garam di Kecamatan Kaliori menyebutkan, harga garam krosok pada saat ini berkisar antara Rp300 sampai Rp500 per kilogram.

Padahal di tahun 2018 kemarin, harga garam krosok mampu mencapai Rp13 ribu hingga 14 ribu per kilogram.

Menurut Nawawi, turunnya harga garam dipengaruhi oleh melimpahnya stok garam hasil panen tahun lalu. Kondisi tersebut memaksa petani menjual garamnya dengan harga yang rendah.

“Turun, merosot. Garamnya masih banyak di gudang petani. Garam tahun 2108 kemarin. Jadinya harga berapapun tetap kita kasih, dari pada tidak laku,” katanya, saat dihubungi mataairradio.com pada (25/7/2019).

Nawawi mengatakan, musim produksi garam seharusnya sudah mulai pada Mei akhir kemarin, namun lantaran harga garam rendah para petani baru memulai produksi pada Bulan Juni dan Juli 2019.

Ia mengungkapkan, mayoritas garam yang laku di pasaran merupakan garam yang produksinya menggunakan mejanan plastik geoisolator, sedangkan garam produksi mejanan tanah tingkat lakunya rendah.

“Yang laku ya yang kualitasnya bagus, yang buatnya pakai plastik geoisolator. Kalau garam yang pakai mejanan tanah laku, tapi ya sedikit,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat mataairradio.com jumlah petani garam yang menggunakan plastik geoisolator di kabupaten ini masih terbilang minim. Mayoritas petani garam masih menggunakan mejanan tanah.

Sementara itu, konsumen garam krosok di Rembang masih didominasi oleh para pengusaha pengolah ikan dari lokal.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan