Gairah Pasar Batik Tulis Lasem 2012 Melejit

Rabu, 26 Desember 2012 | 18:34 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Gairah pasar atas batik tulis Lasem pada sepanjang 2012 mengalami peningkatan seiring mulai diliriknya batik ini di jagat perbatikan Tanah Air.

Ketua Klaster Batik Tulis Lasem Rifai kepada reporter MataAir Radio, Rabu (26/12) menjelaskan, peningkatan gairah pasar batik tulis Lasem diprediksinya masih akan terus tumbuh bahkan pesat pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Rifai, prediksi tersebut dilatarbelakangi oleh belum digarapnya unit produk turunan dari batik tulis Lasem seperti taplak meja dan “badcover”.

Selama ini, batik tulis Lasem masih banyak dijual hanya dalam bentuk bahan-bahan atau lembaran kain, sehingga jika itu dipertahankan dalam waktu yang lebih lama, dikhawatirkan akan membuat jenuh pasar.

Ketua Klaster Batik Tulis Lasem yang juga pemilik Batik Ningrat, Rifai mengatakan, pada 2013, motif batik tulis Lasem masih akan dominan dengan warna kebesaran merah dan khas pesisiran.

Ia juga mengatakan, areal pemasaran batik tulis Lasem juga mulai merambah luar Pulau Jawa melalui pemasar-pemasar yang bergelut di perdagangan batik tulis Lasem.

Sementara di Sentra Batik Tulis Lasem sendiri, jumlah perajin cenderung bertambah pada setiap tahun. Menurut Rifai, jika pada lima tahun lalu, jumlah perajin batik tulis Lasem masih 25 orang, kini jumlahnya telah menyentuh 60 orang.

Ia juga mengatakan, baru-baru ini dirinya bersama dengan perajin batik lainnya Santoso mendapatkan penghargaan sepuluh besar cipta karya motif batik se-Indonesia.

Dari ajang itu pula lah, batik tulis Lasem menjadi semakin banyak dikenal khalayak dan hampir secara langsung turut mendongkrak iklim bisnis batik tulis dari Kabupaten Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan