Elpiji Naik Liar, Dinas Janji Sisir Pangkalan

Rabu, 6 Februari 2013 | 14:52 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Kenaikan secara liar harga elpiji tiga kilogram hingga mencapai Rp16.000 di sejumlah pengecer di Kabupaten Rembang, akan disikapi oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang dengan turun tangan melakukan penyisiran ke sejumlah pangkalan.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto kepada reporter MataAir Radio, Rabu (6/2), penyisiran diperlukan agar tidak ada pangkalan yang berbuat nakal dengan menaikkan harga elpiji tabung hijau tersebut seenaknya.

Pihaknya memang bisa memahami adanya tambahan ongkos transportasi pada pengiriman ke pengecer yang jaraknya jauh. Namun, tetap saja perlu dikendalikan agar kenaikan harga elpiji tidak terkesan liar karena jauh di atas harga eceran tertinggi di tingkat pangkalan.

Sugiyanto mengatakan, pihaknya akan turun tangan tidak hanya untuk mengendalikan kenaikan liar elpiji tiga kilogram tetapi juga untuk memonitor perkembangan harga komoditas lain seperti pupuk dan sembako.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto menegaskan, kenaikan harga barang memang perlu dikendalikan dengan memastikan ada tidaknya permainan di tingkat pengecer.

Biasanya, menurut Sugiyanto, kenaikan harga barang seperti elpiji yang belakangan membubung liar, dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat dan terbatasnya pasokan atau stok. Namun, belum lama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menambah pasokan elpiji tiga kilogram untuk Kabupaten Rembang hingga 301.261 kilogram.

Karena itu, pihaknya akan menggencarkan monitoring harga-harga komoditas penting seperti elpiji di pasaran. Apalagi, rencana Pemerintah menaikkan elpiji non subsidi 12 kilogram memunculkan kerawanan penyalahgunaan elpiji tiga kilogram.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer di sejumlah daerah di Kabupaten Rembang membubung. Jika di Kragan, elpiji tiga kilogram hanya dijual Rp14.000, tetapi di Sulang, elpiji tabung hijau tersebut dijual Rp16.000 di tingkat pengecer.

Menurut keterangan sejumlah pengecer elpiji tiga kilogram, mereka nekat menaikkan harga lantaran pemasok atau agen juga menaikkan harga elpiji tanpa memberikan konfirmasi alasannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. AnwarSanuji

    Februari 6, 2013 at 5:57 pm

    jangan,,jangan sampai ada kong kali kong,,kasihan masyarakat,rakyat kecil..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan