Elpiji Melon kembali Dikeluhkan, Begini Kata Agen

Sabtu, 27 Juli 2019 | 16:23 WIB
Pekerja tengah menata tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Pemkab Rembang menambah kuota elpiji melon untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2015. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.com – Keluhan sebagian warga Kabupaten Rembang atas kesulitan mendapatkan elpiji tabung melon mendapat respon dari agen elpiji kemasan tabung tiga kilogram di daerah setempat.

Menurut agen, persediaan elpiji tiga kilogram di Kabupaten Rembang masih aman dan cukup. Distribusi ke agen dan pangkalan masih berjalan normal.

Waluyo, salah satu agen distribusi elpiji tabung melon di Kabupaten Rembang, mengaku masih mendapat jatah 3.360 tabung per harinya.

Ia memiliki 203 pangkalan yang masih disaluri elpiji tabung melon secara bergilir dan rutin.

Menurutnya, tingkat konsumsi elpiji bersubsidi bisa saja meningkat karena acara-acara seperti hajatan sedekah bumi di berbagai desa, belakangan ini.

“Stok normal. Aman. Koordinasi kami dengan Pertamina, jika ada kegiatan-kegiatan semacam sedekah bumi, sedekah laut, Pertamina siap menambah,” katanya, Sabtu (27/7/2019).

Menjelang perayaan Idul Adha 1440 hijriyah, Pertamina berencana memberikan kuota fakultatif pada Agustus mendatang.

“Selain fakultatif, kami juga berharap ada tambahan kuota menjelang Idul Adha dan menyikapi acara-acara hajatan (di bulan Dzulhijjah, red.),” ujarnya kepada mataairradio.com.

Tri Handayani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang mengatakan, stok elpiji tiga kilogram sudah diperhitungkan matang selama setahun.

“Selama setahun, kita dapat kuota 13.797 matrik ton atau 4.599.000 tabung elpiji tiga kilogram,” katanya.

Menurutnya, stok elpiji di kabupaten ini aman, namun tingkat konsumsi sedang meningkat, belakangan.

“Stok masih aman. Faktornya mungkin akhir-akhir ini kan banyak desa yang menggelar perayaan sedekah desa, sehingga konsumsi meningkat, kita tidak mengurangi kuota,” tegasnya.

Musyarofah, salah seorang warga Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur sebelumnya mengaku kesulitan mendapatkan elpiji tabung melon. Kalau pun ada harganya lebih dari Rp20.000.

Ia berharap bisa mendapatkan elpiji dengan gampang, meski dengan harga yang sama.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan