Dana Pugar Dijadwalkan Cair Akhir Mei

Kamis, 5 April 2012 | 10:16 WIB


KOTA – Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Rembang menjadwalkan pencairan dana pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) pada akhir Mei 2012 karena identifikasi kelompok penerima telah dilakukan pada bulan ini.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Pamuji, pada sosialisasi dana Pugar 2012 di aula pertemuan dinas setempat, Kamis (5/4), mengatakan pihaknya juga akan menggelar seleksi kelompok penerima pada April.

“Awal April ini kami lakukan identifikasi calon kelompok penerima. Setelah identifikasi selesai, akan dilanjutkan dengan seleksi kelompok dan diteruskan dengan verifikasi pada awal Mei. Jika semua tahapan lancar, akhir Mei, dana Pugar 2012 sudah bisa dicairkan,” kata dia.

Pada 2012, akan ada sebanyak 292 kelompok penerima dana pemberdayaan usaha garam rakyat. Dari jumlah tersebut, 125 kelompok di antaranya merupakan penerima dana Pugar 2011.

“Jumlah kelompok petani garam baru yang akan mendapatkan bantuan dana Pugar pada tahun ini mencapai 167 kelompok. Selain itu, sebanyak 125 kelompok lama juga akan mendapatkan alokasi. Hanya, besarannya lebih kecil,” kata dia.

Tahun ini, Kabupaten Rembang mendapat kucuran dana Pugar senilai Rp8,2 miliar. Disebutkan, jika kelompok baru bisa mendapat kucuran bantuan hingga Rp40 juta, bantuan untuk kelompok lama ditetukan maksimal Rp12,5 juta.

Petani direncanakan mendapat bantuan Pugar selama tiga tahun, dengan besaran nominal menurun. Dinlutkan Kabupaten Rembang mencatat ada sebanyak 412 kelompok atau setara 4.120 orang petani garam berada di lima kecematan, yaitu kaliori, Rembang, Lasem, Sluke dan Sarang.

“Dengan alokasi dana Pugar Rp8,2 miliar itu, kami menargetkan ada 414 hektare lahan tidur yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif garam pada tahun ini,” kata dia.

Pada 2011, dengan luasan lahan produktif 1.584,42 hektare dan cuaca yang berlangsung normal, jumlah produksi garam mencapai 125.119,4 ton. Padahal, luasan lahan produktif mestinya bisa dimaksimalkan hingga 1.988,30 ton.

“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat dukungan sumber daya manusia penggaraman yang memadai dan cuaca pada 2012 yang diperkirakan normal sebagaimana 2011,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan