Hari Tasyrik, Harga Bahan Bumbu Sate Melambung

Rabu, 16 Oktober 2013 | 15:20 WIB
Pedagang di Pasar Kota Rembang. (foto:Nug)

Pedagang di Pasar Kota Rembang. (Foto:Nug)

REMBANG, MataAirRadio.net – Harga bahan bumbu sate pada Hari Tasyrik atau hari yang disunahkan menyembelih hewan kurban di hari ke-11, 12, dan 13 bulan Dzulhijah, melambung. Harga cabai rawit misalnya, kini menjadi Rp18.000-Rp20.000 per kilogram atau naik dari sebelumnya yang Rp15.000-Rp16.000 per kilogram.

Dari pantauan MataAir Radio di Pasar Kota Rembang, Rabu (16/10) pagi atau 11 Dzulhijah, harga cabai merah pun naik menjadi Rp40.000-Rp45.000 per kilogram. Harga bawang merah besar naik dari Rp18.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Demikian juga dengan kecap yang naik rata-rata Rp500-Rp1.000 per kilogram menjadi Rp12.000 atau Rp20.000, tergantung kualitas dan produksinya.

Ratni, pedagang asal Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang menyebutkan, selain bumbu sate, harga sayuran seperti buncis, wortel, dan daun bawang pun mengalami kenaikan. Harga buncis misalnya, naik dari Rp8.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.

Wortel naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, dan daun bawang naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh permintaan dari masyarakat yang cukup ramai pada menjelang dan ketika Hari Tasyrik ini. Namun biasanya tidak lama, harga itu akan kembali mengalami penurunan.

Srini, pedagang lainnya asal Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori juga mengatakan adanya kenaikan harga bahan bumbu dan sayuran pada Hari Tasyrik ini. Menurutnya, kenaikan tersebut sudah berlangsung sejak menjelang Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriah.

Diakuinya pula, permintaan terhadap bahan bumbu sate dan sayuran jenis buncis, wortel, tomat, serta daun bawang, meningkat cukup tajam. Namun menurut Srini, dilihat dari jumlah pembeli, pada menjelang Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik ini kalah ramai dibandingkan pada tahun kemarin.

Ia menjelaskan, stabil tingginya harga bahan bumbu tersebut disikapi oleh sebagian konsumen dengan mengurangi tingkat pembelian. Selain itu, masyakat juga membeli dalam satuan kecil guna menekan biaya belanja.

Sementara itu, dari pantuan di sejumlah tempat, cukup banyak masyarakat yang melakukan kurban pada 11 Dzulhijah. Umumnya, mereka yang berkurban ini adalah yang tidak menitipkannya ke panitia masjid.

Gelombang ibadah kurban di Hari Tasyrik ini juga dikonfirmasi oleh para penyedia hewan kurban. Sumardi, seorang penjual hewan kurban di Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang mengaku masih harus melayani permintaan sapi untuk Kamis (17/10) pagi. (Ghozali/Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan