Bulog Diminta Konsisten Serap Beras Lokal

Sabtu, 25 Februari 2012 | 07:55 WIB


REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang meminta Perum Bulog setempat konsisten dalam menyerap beras lokal dan tidak memasukkan beras impor saat berlangsung musim panen seperti sekarang ini.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Muntoha, Sabtu (25/2) mengatakan, konsistensi penyerapan tersebut penting untuk menjaga tingkat harga di kalangan petani.

“Ketika HPP atas gabah dan beras belum ditetapkan, maka pihak Bulog setidaknya bisa melakukan penyerapan dengan mempertimbangkan harga di tingkat pasaran saat ini. Selain itu, penyerapan dilakukan untuk sedikit membatasi masuknya beras impor,” kata dia.

Muntoha juga mengatakan, selain fokus melakukan penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal, Bulog juga diminta mengamankan pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan raskin. “Apalagi raskin alokasi Maret akan segera disalurkan,” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Perum Bulog Rembang Rasyid Hadi mengatakan, pihaknya mulai menerapkan harga baru pembelian gabah petani sebesar Rp4.300 per kilogram dan beras Rp6.500 per kilogram. “Penetapan harga baru ini diharapkan mampu mengotimalkan penyerapan gabah petani setempat,” kata dia.

Rasyid menjelaskan, penambahan insentif pembelian beras dan gabah ini diterapkan sesuai keputusan Perum Bulog Pusat menyusul belum dikeluarkannya peraturan HPP beras dan gabah yang baru.

“Sebelumnya sesuai HPP lama harga beras berkisar Rp5.060 per kilogram, sedangkan gabah Rp3.345 per kilogram,” kata dia.

Menurut dia, karena masih berpatokan pada harga lama tersebut, penyerapan gabah petani belum bisa optimal, meski musim panen di kabupaten itu sudah mulai berlangsung sejak awal Februari. “Realisasi penyerapan gabah petani baru dilakukan sejak Senin (20/2),” kata dia.

Pihaknya optimistis penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal bakal lancar seiring alokasi tambahan insentif pembelian tersebut. “Bulog tak membatasi jumlah gabah atau beras yang akan diserap,” kata dia.

Rasyid menyebutkan, selama musim tanam 2011 lalu, Bulog Rembang mampu menyerap gabah atau beras sebanyak 8.000 ton (setara beras) dari petani lokal. “Berapa pun gabah yang masuk dari petani akan kami terima. Asalkan sesuai standar yang ditetapkan Perum Buloga,” kata dia menegaskan.

Mengenai kualitas gabah petani, Rasyid mengatakan kualitas gabah petani musim tanam pertama tahun 2012 ini cukup baik. “Rendemen gabah petani juga bagus. Kami berharap petani mampu mempertahankan kualitas produksi gabah pada musim tanam berikutnya,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan