Belasan Usaha Kecil Tak Kebagian Stan Rembang Expo

Rabu, 20 Mei 2015 | 19:25 WIB
Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha ketika jumpa pers seputar Rembang Expo 2015, Rabu (20/5/2015). (Foto: Pujianto)

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha ketika jumpa pers seputar Rembang Expo 2015, Rabu (20/5/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Belasan usaha kecil tidak kebagian stan Rembang Expo 2015 yang akan digelar mulai 23-30 Mei 2015.

Pasalnya, 316 stan yang disediakan penyelenggara, telah habis terbagi kepada usaha kecil yang mendaftar lebih awal di masa pendaftaran.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha mengaku meningkatkan fasilitasi stan gratis bagi usaha kecil agar bisa ikut memamerkan produk di Rembang Expo.

“Jika saat pertama kali Expo digelar 2005 hanya ada 70 stan yang digratiskan, tahun ini kami menggratiskan 170 stan,” bebernya kepada awak media, Rabu (20/5/2015).

Genap satu dasawarsa Rembang Expo, Muntoha mengklaim ada perubahan positif yang mencolok.

“Usaha kecil mulai menyadari arti penting pameran terhadap pertumbuhan usaha mereka,” terangnya.

Salah satu buktinya, di Rembang Expo kali ini, sampai ada yang tak kebagian, padahal kapasitas pameran sudah ditambah tiap tahunnya dengan menciutkan ukuran per stan.

Muntoha menyebutkan, tahun ini, Pemkab Rembang mengucurkan Rp200 juta untuk Rembang Expo. Rp170 juta di antaranya dipakai untuk memfasilitasi 170 stan pengusaha kecil.

“Modelnya kontraktual dengan pihak ketiga dalam hal ini event organizer CV Putra Pramudya, Semarang,” ungkapnya.

Sementara dana sisa yang Rp30 juta dipakai untuk biaya pembukaan dan penutupan Expo.

“Adapun 146 stan, sisa dari yang gratis, ditawarkan oleh CV Putra Pramudya dengan harga mulai Rp250.000 hingga empat juta rupiah,” sebutnya.

Sekadar diketahui, CV Putra Pramudya adalah EO Rembang Expo tahun lalu.

“EO itu kita pilih kembali karena profesional dan kerjanya bagus,” tandasnya.

Dia juga mengakui, 170 stan yang mestinya untuk usaha kecil, tidak dipakai untuk stan bagi UKM, seluruhnya.

“Ada dua stan yang dipakai untuk Dishubkominfo sebagai corong Pemkab, lalu dua stan juga untuk Pusat Konsultasi Bisnis UKM.

Selain itu juga kaitannya dengan (kerjasama kewilayahan) Ratubangnegoro (Blora, Tuban, Rembang, dan Bojonegoro), ada dua stan untuk Tuban dan satu bagi Bojonegoro,” kata dia.

Muntoha menambahkan, peserta Rembang Expo meliputi usaha kecil di bidang makanan, minuman, dan kerajinan. Selain itu juga perbankan, otomotif, dan konveksi.

“Untuk Laut Bonang (usaha bisnis produk digital terbesar di Rembang), tahun ini tidak turut serta di Rembang Expo,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara bersama event organizer melarang Laut Bonang menyewa secara keseluruhan “space” yang ada di bagian barat Balai Kartini sebagai tempat perhelatan Rembang Expo.

“Kalau dipakai semua, kesannya jadi kurang bagus. (Jadi tampak seperti Laut Bonang Expo?) Kira-kira begitu. Ketika ditawari hanya beberapa stan, Laut Bonang tidak mau, sehingga tidak ada mereka di expo kali ini,” paparnya.

Meski tak diramaikan oleh Laut Bonang, Muntoha tetap menargetkan peningkatan sebesar 10 persen untuk transaksi tunai dan order di Rembang Expo.

“Kami yakin target itu tercapai, karena peningkatan nilai transaksi berpola naik 10 persen tiap tahunnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan