Upah Pekerja Batik Tulis Lasem Naik Rp5.000

Minggu, 8 September 2013 | 13:14 WIB
Batik Tulis Lasem

Batik Tulis Lasem

LASEM, MataAirRadio.net – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hingga menyentuh angka Rp11.000 membuat sektor UKM di Kabupaten Rembang ikut bergejolak.

Tidak hanya dari sektor pangan yang sudah terlebih dahulu mengalami lonjakan. Harga bahan baku dan upah pekerja produksi kain batik tulis lasem pun melambung.

Menurut Rifai, Ketua Klaster Batik Tulis Lasem yang dihubungi Minggu (8/9) pagi, sebenarnya harga bahan baku pembuatan kain batik tulis sudah melonjak sejak naiknya harga BBM.

Harga bahan dasar untuk membuat batik yang mengalami kenaikan di antaranya kain mori dan malam atau lilin batik. Harga kain mori naik rata-rata Rp2.000 per yard atau menjadi Rp20.000.

Harga malam naik 20 persen, menjadi Rp24.000 per kilogram. Sedangkan upah untuk para pekerja naik dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per hari.

Namun, meski harga bahan baku produksi batik tulis lasem mengalami kenaikan, para perajin menurut Rifai, tidak serta merta menaikkan harga jual. Harga jual batik tulis lasem masih terbilang ajek antara Rp200.000 hingga Rp1,5juta. Dengan tidak naiknya harga jual, praktis keuntungan perajin menjadi relatif tipis.

Apalagi kini, perajin tengah menghadapi lesunya pasar pasca-lebaran. Rifai mencontohkan gerai batik “Ningrat” miliknya. Sebelum Lebaran, ia masih mampu menjual 3.000 lembar kain batik tulis lasem dalam sebulan. Kini kurang jauh dari angka tersebut.

Rifai menambahkan, para perajin batik tulis lasem saat ini juga mulai merangsek pasar Asia, seperti Jepang. Salah seorang perajin bernama Santoso tengah meretas pasar di Negeri Sakura itu dengan mengikuti pameran selama satu minggu.

Sejak menerima pelatihan tentang penggunaan pewarna alam, para perajin batik tulis lasem masih belum banyak yang menerapkannya. Tiap kali produksi, hanya sekitar lima persen batik tulis berpewarna alam yang dihasilkan perajin. Menurut mereka, batik tulis jenis ini belum banyak peminatnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. batik kecapi

    September 8, 2013 at 2:04 pm

    apakah benar kenaikan harga bahan baku itu karena dampak melemahnya rupiah? apa bukan lebih karena kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu?
    tolong juga dijelaskan apakah malam dan kain bahan baku batik tulis itu apakah barang2 impor sehingga terdampak nilai dolar..

    Rifai yang diberita bilang kalo batiknya masuk ke pasar asia (jepang). Seharusnya ia untung besar dong dengan naiknya nilai dolar saat ini.

    sebodolah….!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan