Sumber Sedang Menggeliatkan Batik Tulis Bandilan

Sabtu, 2 November 2013 | 14:58 WIB
Tokoh pengembang batik tulis di Desa Sumber Kecamatan Sumber, Wahyu Firdianawati (Foto:Wahyu)

Tokoh pengembang batik tulis di Desa Sumber Kecamatan Sumber, Wahyu Firdianawati (Foto:Wahyu)

SUMBER, MataAirRadio.net – Perkembangan batik tulis lasem membawa spirit bagi kecamatan lain di Kabupaten Rembang untuk juga memproduksi batik tulis dengan motif yang berbeda.

Setelah Kemadu Kecamatan Sulang yang mulai mempopulerkan batik bermotif perdu kemadu dengan warna kebesaran hijau, segera akan menyusul adalah batik tulis khas Sumber Kecamatan Sumber. 30 orang perempuan di desa itu baru saja mendapat pelatihan keterampilan membatik yang digagas desa setempat.

Tokoh pengembang batik tulis di Desa Sumber Kecamatan Sumber Wahyu Firdianawati mengatakan, sebelum pelatihan, dirinya mengajukan proposal kerjasama dengan PNPM Mandiri Perdesaan. Hasilnya, banyak dari peserta yang mengaku langsung tertarik dan siap mulai berkarya.

Wahyu Firdianawati atau yang akrab disapa Ana ini, bukanlah sosok asing di dunia perbatikan di Rembang. Lajang dari Sumber ini bahkan sudah berhasil menembus pasar mancanegara dengan produk aplikasi berbahan perca atau sisa dari kain batik lasem.

Separuh dari 30 peserta pelatihan menyatakan diri bergabung untuk menekuni profesi membatik sekaligus untuk menggeliatkan batik tulis khas Sumber.

Mengenai konsep pengembangan batik tulis khas Sumber, Ana mengaku akan mengadopsi batik tulis khas lasem yang sama-sama beraliran pesisir. Beberapa pola dari para perajin di Lasem akan dipakai karena memang tutor pelatihan kemarin juga berasal dari Kota Pusaka itu.

Hanya saja, untuk menampilkan kekhasan atau ciri khas dari batik tulis sumber, perajin nantinya akan melepas motif latohan yang selama ini menjadi andalan batik tulis lasem.

Sebagai gantinya, menurut Ana yang ditemui pada Sabtu (2/10) pagi, akan diadopsi kearifan lokal yang ada di wilayah Kecamatan Sumber. Ia menyebutkan, Sumber cukup dikenal dengan makanan sejenis kerupuk ketela yang dirangkai seperti tumpukan gelang alias ereng-ereng.

Selain itu, ada jenis tanaman berduri yang nyaris tidak ditemui di daerah lain selain Sumber yakni bandilan. Baik ereng-ereng maupun bandil bakal menjadi motif terapan dari batik tulis khas sumber.

Menanggapi rencana pengembangan batik tulis khas Sumber, Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Arifin mengaku bakal mendukungnya, salah satunya dengan bantuan promosi. Pihaknya pun mengaku siap untuk menggelontor dampingan pelatihan, salah satunya teknik pewarnaan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan