Sempat Kecolongan, Pangkalan Elpiji Melon Diserbu Orang Kaya

Minggu, 4 Januari 2015 | 19:31 WIB
Ilustrasi pangkalan elpiji 12 kilogram (Foto:4.bp.blogspot.com)

Ilustrasi pangkalan elpiji 12 kilogram (Foto:4.bp.blogspot.com)

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah pangkalan penjualan elpiji 12 kilogram di Kabupaten Rembang mengaku sempat kecolongan oleh keputusan Pemerintah yang menaikkan harga elpiji non-subsidi itu.

Alasannya, mereka sempat tidak mengetahui berita resmi penaikan harga per 2 Januari kemarin.

Sementara, tak lama setelah harga elpiji 12 kilogram naik, banyak konsumen yang memburu elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram.

Suryanto, pemilik pangkalan elpiji di kawasan Sidowayah Kecamatan Rembang mengaku kecolongan 25 tabung elpiji non-subsidi.

Dia mengaku masih sempat menjual elpiji non-subsidi dengan harga lama, Rp115.000 per tabung.

Padahal mestinya, sejak pukul 00.00 WIB pada 2 Januari kemarin, dia sudah bisa menjualnya dengan harga Rp140.000 atau selisih Rp5.300 dari harga agen yang Rp134.700 per tabung.

“Saya baru tahu harga elpiji 12 kilogram sudah naik begitu dikabari agen di Kudus pada siang harinya,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga curiga banyak orang yang berbondong-bondong menyerbu elpiji tabung melon.

“Mungkin mereka yang turut membeli tabung melon dari kalangan orang kaya,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Sugiyanto mengaku tidak bisa berbuat banyak saat harga elpiji non-subsidi naik dan berdampak terhadap lonjakan permintaan elpiji bersubsidi.

Elpiji non-subsidi di Rembang masih dipasok oleh agen di Kudus karena memang belum ada agennya di Rembang.

Di sisi lain, untuk mengalangi migrasi konsumen dari elpiji non-subsidi ke elpiji tabung melon, diakuinya sangat sulit.

“Kami hanya mengandalkan sosialisasi sebagai upaya penyadaran bagi kalangan mampu agar tetap memakai elpiji non-subsidi. Namun, upaya itu belum akan efektif karena kontrol di lapangannya, lumayan sulit,” katanya.

Meski demikian, dia menegaskan akan tetap melakukan monitoring di lapangan guna mencegah migrasi pemakaian elpiji bersubsidi secara besar-besaran.

“Sementara ini, pasokan elpiji tabung melon di Rembang masih aman,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dengan kenaikan harga Rp1.500 per kilogram, maka harga elpiji 12 kilogram di tingkat agen naik menjadi Rp134.700 dari Rp114.900 per tabung.

Sebelum, kenaikan harga per 2 Januari 2015, PT Pertamina (Persero) telah menaikan harga elpiji 12 kilogram masing-masing pada Januari 2014 dan 10 September 2014.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan