1.500 Petani Tanam Tembakau Tahun Ini

Jumat, 24 Februari 2012 | 04:50 WIB


REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang mencatat sekitar 1.500 petani yang akan menanam tembakau pada 2012, padahal pada tahun lalu jumlahnya hanya 200 orang.

“Tahun ini, areal lahan yang bakal ditanami tembakau lebih dari 1.000 hektare, padahal kami hanya menargetkan 500 hektare. Angka luasan tersebut jauh di atas 2011 yang hanya 80 hektare,” kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Yosophat Susilo Hadi, Jumat (24/2).

Susilo menjelaskan, pengembangan tanaman tembakau oleh 1.500 petani tersebut dilakukan dalam kelompok dan subkelompok yang nantinya akan dibentuk sentra-sentra pertanian tembakau.

“Pengelolaannya akan kami kelompokkan dalam wilayah Rembang barat dan timur. Namun, secara umum, Kecamatan Sulang, Bulu, dan Gunem akan menjadi sasaran pengembangan tanaman tembakau,” kata dia.

Ia menyebutkan tanaman tembakau yang dikembangkan masih jenis srumpung yang telah dinamai marem. “Tembakau jenis ini hanya bisa dijumpai di Rembang dan diterima positif di pasaran tembakau internasional,” kata dia.

Pihak perusahaan yang menjadi mitra petani, PT Sadana Arif Nusa, kata Susilo, sudah menyatakan sanggup membeli seluruh hasil panen atas luasan lahan tembakau yang bakal dikembangkan tahun ini.

“Atas penambahan luasan lahan dan petani tahun ini, pihak Sadana menyatakan akan menambah jumlah personel untuk mendampingi petani. Satu kecamatan, satu pendamping. Selain itu, Sadana berencana membuka dua kantor untuk pengelolaan masing-masing di Rembang dan Pamotan,” kata dia.

Kelak, imbuh Susilo, jika luasan lahan pertanian tembakau sudah mencapai 5.000 hektare, pihaknya akan mengusulkan pembukaan satu gudang pemprosesan tembakau di kabupaten ini.

“Semoga saja, cuaca pada tahun ini sama dengan tahun lalu sehingga petani tembakau akan banyak diuntungkan,” kata dia menandaskan. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. SINGOLANDOH

    Maret 13, 2012 at 2:18 pm

    Luarrr biasa …. tapi perlu pembinaan yang lebih baik, perlu dijaga sikap petani agar mematuhi tata kelola pertembakauan yang nota bene berbeda sekali dengan tanaman pangan.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan