Warga di Telgawah Diajari Membuat Pakan Ternak

Kamis, 19 Desember 2019 | 15:57 WIB

Warga di Desa Telgawah Kecamatan /gunem saat dilatih mengolah jerami dan bonggol jagung menjadi pakan ternak alternatid, pada Rabu (18/12/2019) sore, di kantor desa setempat. (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Masyarakat di Desa Telgawah Kecamatan Gunem dilatih membuat pakan ternak alternatif dari olahan jerami dan bonggol jagung.

Ada sekitar 30 warga yang mengikuti pelatihan yang digelar pada Rabu (18/12/2019) sore, di kanto desa setempat itu.

Salah seorang narasumber , Ali Ahmadi menyatakan, maksud dalam pelatihan tersebut agar masyarakat bisa lebih efektif dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk diolah menjadi pakan alternatif.

Sehingga, ia melanjutkan, masyarakat Desa Tegalwah yang mayoritas petani dan peternak tidak disibukkan lagi dalam hal mencari rumput, apalagi kalau saat musim kemarau para peternak ada yang sampai membeli pakan untuk ternaknya.

Dirinya menjamin pakan alternatif tersebut secara kualitas tidak berbeda jauh dengan olahan pabrik yang dijual di toko-toko.

“Saya jamin kualitas pakan dari limbah pertanian ini tidak berbeda jauh dengan pakan yang dijual ditoko-toko,” ungkapnya.

Ali mengungkapkan, ada beberapa kelebihan ketika para peternak bisa membuat pakan sendiri, yakni lebih hemat dan dapat mengurangi limbah pertanian.

Ia menjelaskan, dalam praktik pembuatan pakan alternatif menggunakan alat penggiling. Mesin yang didesain secara khusus tersebut, dalam sehari bisa menggiling limbah pertanian sebanyak satu ton, sehingga bisa langsung digunakan oleh beberapa perternak sekaligus dalam sekali penggilingan.

“Ya ini alatnya bisa menggiling sekitar satu ton dalam sehari, jadi bisa dimanfaatkan bersama. Harganya sekitar Rp15 juta,” pungkasnya.

Dia berharap dengan adanya pelatihan itu, banyak masyarakat yang kembali menekuni bidang pertanian dan peternakan.

Apalagi saat ini teknologi pertanian sudah mengalami kemajuan dan berkembang, sehingga produksi di bidang pertanian bisa lebih banyak dan petani serta peternak lebih sejahtera.

Fuad, salah satu peserta pelatihan mengaku senang dengan adanya pelatihan pebuatan pakan alternatif.

Dirinya mengaku, setiap hari sering disibukkan untuk mencari rumput, sehingga tidak punya waktu luang untuk mengerjakan aktivitas lain.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya bisa membuat pakan ternak sendiri, sehingga bisa lebih berhemat baik biaya maupun waktu serta tenaga,” ujarnya.

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan