Siswa 17 Sekolah di Rembang Diajak Menabung Sampah

Kamis, 20 November 2014 | 17:05 WIB
Kepala Badan Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Samsi. (Foto:Pujianto)

Kepala Badan Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Samsi. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para siswa di 17 sekolah di bilangan Kota Rembang diajak untuk menabung sampah dari rumah tangga melalui penyediaan bank sampah di institusi pendidikan setempat.

Setiap siswa di sekolah-sekolah itu akan diminta untuk membawa sampah plastik rumah tangga sebanyak 1-2 kali dalam seminggu dan menyetorkannya ke bank sampah yang digagas oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rembang.

“Sampah plastik itu bisa berupa botol bekas minuman. Fokusnya adalah mengurangi sampah rumah tangga. Setiap siswa bisa membawa sampah plastik dari rumah tangga ke bank sampah sebanyak 1-2 kali dalam seminggu,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Samsi, Kamis (20/11/2014).

Dia menjelaskan, sampah yang disetorkan oleh setiap siswa ke bank akan ditimbang dan dihargai oleh sekolah dengan subsidi dari pihak BLH Rembang. Ia pun menyebut, sampah plastik yang berharga nantinya akan dibeli dan diangkut oleh pihak BLH pada periode tertentu.

“Soal harganya kita pelajari, sebagaimana harga rosok itu lah. Biar Pemerintah rugi sedikit. Nggak masalah asalkan anak-anak termotivasi dulu untuk peduli terhadap sampah. Pengelolaan selanjutnya bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat,” sambungnya.

 

pasang-iklan

Menurutnya, melalui program bank sampah di 17 sekolah itu, tingkat timbulan sampah rumah tangga akan bisa cukup banyak terkurangi dan secara tidak langsung, para siswa akan belajar banyak tentang ramah lingkungan.

“Ya, teknisnya tidak akan langsung dibayar sekaligus, tetapi mungkin dikalkulasi selama enam bulan atau setahun. Ditulis sebagai tabungan dan bisa dipakai untuk kebutuhan siswa. Misalnya hari ini, si A setor sampah senilai sekian rupiah. Nah itu diakumulasikan dan dinilai sebagai tabungan,” tandasnya.

Disebutkannya, 17 sekolah yang akan diterapi bank sampah yaitu SD Negeri Kutoharjo 1 sampai 4, SD Negeri Kumendung, SD Negeri Kabongan Kidul, SMP Negeri 1 sampai 6 Rembang, kemudian SMA Negeri 1 sampai 3 Rembang, MAN Rembang, dan SMK Negeri 1 Rembang.

“Bank sampah ini sedang dalam tahap penyiapan. Operasionalnya mungkin baru Desember nanti atau Januari 2015. Pengelolaan sampah dengan 3R atau reuse, reduce, recycle juga akan terus dipastikan berjalan di setiap sekolah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan