600 Mahasiswa Diajak Terapkan Jiwa Bisnis Kreatif

Jumat, 10 Oktober 2014 | 15:26 WIB
Sekitar 600 orang mahasiswa STIE YPPI Rembang, Jumat (10/10/2014) siang diajak untuk menerapkan jiwa wirausaha di bisnis kreatif. (Foto:Rif)

Suasana kuliah umum mahasiswa STIE YPPI Rembang di Balai Kartini, Jumat (10/10/2014) tentang menerapkan jiwa wirausaha di bisnis kreatif. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekitar 600 orang mahasiswa STIE YPPI Rembang, Jumat (10/10/2014) siang diajak untuk menerapkan jiwa wirausaha di bisnis kreatif. Ajakan tersebut terungkap dalam Kuliah Umum yang digelar di Balai Kartini Rembang.

Pihak kampus menginginkan tertanamnya jiwa kewirausahaan mahasiswa. Ketua STIE YPPI Rembang Muhammad Tahwin mengatakan potensi mahasiswa perlu didorong dan dikembangkan.

Menurutnya, kuliah umum bertajuk implementasi jiwa wirausaha mahasiswa dalam bisnis kreatif, akan memberi mahasiswa bekal kemampuan wirausaha sejak dini.

“Dari kuliah umum ini, mahasiswa akan bisa mendapat informasi mengenai potensi bidang-bidang bisnis kreatif di masa mendatang secara umum. Ekonomi kreatif menjadi perbincangan hangat saat sekarang. Bahkan ketika debat capres beberapa waktu lalu, ekonomi kreatif turut diangkat,” katanya.

Wakil Sekretaris BPD HIPMI Jawa Tengah Roro Eko Setyowati Redjeki, narasumber pada kuliah umum ini menyebut ekonomi kreatif mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama.

“Dalam ekonomi kreatif, ide kreatif diperlukan. Tidak sekadar ide, tetapi ide yang berani. Menciptakan sesuatu yang baru, yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah. Industri kreatif memerlukan pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu,” tandasnya.

Menurutnya, ada lima pilar utama dalam pengembangan industri kreatif, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif, teknologi yang mampu mewujudkan kreativitas individu dalam bentuk karya nyata.

“Pilar ketiga adalah input selain kreativitas dan pengetahuan individu seperti sumber daya alam dan lahan. Ekonomi kreatif juga memerlukan tatanan sosial yang mengatur interaksi perekonomian di bidang industri kreatif, serta diperlukan lembaga penyalur keuangan,” jelasnya.

Sementara itu, sebelum kuliah umum dimulai, pihak kampus menyalurkan beasiswa kepada 18 mahasiswa yang terdiri atas sembilan beasiswa peningkatan prestasi akademik dan sembilan beasiswa bantuan biaya pendidikan peningkatan prestasi akademik.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan