Hadapi Pilkada, Kampus Ini Ogah Terseret

Rabu, 29 Juli 2015 | 18:13 WIB
Perkuliahan di STIE YPPI Rembang. (Foto: Pujianto)

Perkuliahan di STIE YPPI Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Seluruh civitas akademika STIE YPPI Rembang menyatakan ogah terseret dalam arus politik praktis pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang yang digelar 9 Desember tahun ini.

Ketua STIE YPPI Muhammad Tahwin mengatakan, dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni dipersilakan berperan aktif menyukseskan Pilkada 2015 guna memilih bupati dan wakil bupati periode 2016-2020.

“Tetapi tidak diperbolehkan memakai atribut almamater dalam kegiatan kampanye dan kegiatan lain dalam Pilkada 2015 karena dukungan bersifat pribadi dan perlu tetap menjaga netralitas kampus,” terangnya melalui siaran pers yang diterima mataairradio, Rabu (29/7/2015).

Tahwin mengimbau kepada seluruh civitas akademika perguruan tingginya agar mempergunakan hak pilih dengan mengedepankan rasio yang sehat dan nurani yang bersih.

“Tunjukkan jati diri dan martabat sebagai kaum terpelajar dengan mengedepankan sikap dan perilaku yang terpuji dalam menyampaikan pendapat serta menyatakan pilihan. Hormati pendapat dan pilihan yang berbeda secara bijaksana,” tandasnya.

Ketua YPPI Rembang Mudzakir menyarankan agar seluruh civitas akademika membantu penyelenggara Pilkada dalam mencegah terjadinya pelanggaran di antaranya politik uang.

“Civitas akademika bisa melalukan pengawasan (partisipatif) untuk melakukan pencegahan kemungkinan manipulasi data pemilih dan hasil perhitungan,” tegasnya.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni STIE YPPI Rembang Jarwono berharap kepada para lulusan agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas. Agar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati menghasilkan pemimpin yang berkualitas, dia berharap agar para alumnus membantu Panwas untuk melaporkan tiap pelanggaran.

“Penanganan atas setiap pelanggaran, agar diserahkan kepada pihak yang berwajib (Panwas Pilkada),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan