Disdik Rembang Enggan Cairkan Jatah Bantuan Empat Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2015 | 19:32 WIB
SMA Negeri 1 Kragan (Foto; Arif Bahtiar)

SMA Negeri 1 Kragan (Foto; Arif Bahtiar)

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Rembang dituding enggan mencairkan dana ratusan juta rupiah jatah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi empat sekolah di daerah ini.

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko, Jumat (7/8/2015) petang menduga, keengganan itu karena ketakutan dari pihak dinas pendidikan atas bayang-bayang trauma beberapa pejabat di daerah ini yang tersandung kasus korupsi.

“Tetapi ketakutan itu, saya kira berlebihan. Sebab sebelum dialokasikan oleh provinsi, dinas pendidikan sendiri yang mengajukan bantuan itu dengan acc bupati,” katanya kepada mataairradio.

Dia mengungkapkan, jatah dana bantuan dari provinsi itu berada di domain bidang kurikulum dinas pendidikan setempat. Jenis bantuan itu berupa media pembelajaran seperti komputer dan alat perbengkelan.

Disebutkannya, empat sekolah itu adalah SMA Negeri 1 Sumber berupa bantuan pengadaan alat laboratorium IPA senilai Rp75 juta, pengadaan komputer SMA Negeri 1 Kragan dan SMK 1 Gunem masing-masing senilai Rp40 juta, dan pengadaan alat bengkel praktek di SMK N 1 Sedan sebesar Rp50 juta.

“Itu kalau bidang kurikulum dinas pendidikan nggak mencairkan, ya jatah bantuan nggak bisa cair. Buat apa repot-repot dialokasi kalau tidak diserap. Kita tahu, pendidikan membutuhkan perhatian lebih,” tandasnya.

Henry menilai, tidak dicairkannya jatah dana bantuan itu bisa menjadi penyumbang sisa lebih penggunaan anggaran atau Silpa APBD 2015 di Provinsi Jawa Tengah dan menjadi preseden buruk.

“Kalau tidak diserap, nanti provinsi akan memberikan nilai buruk ke kita. Bisa ada anggapan, tahun ini saja dialokasi nggak diambil, buat apa tahun depan dialokasikan lagi. Kan jadi preseden buruk,” tandasnya.

Atas sikap dari pihak dinas pendidikan itu, Henry berencana memanggil pejabat terkait pada Senin (10/8/2015) depan untuk menjelaskan secara rinci dalih enggan mencairkan jatah bantuan.

“Kami akan panggil pejabatnya Senin (10/8/2015) depan. Kalau terus-terusan takut menyerap anggaran, ya silakan mundur saja dari jabatan,” tegasnya.

Dia pun memperbandingkan sikap pihak dinas pendidikan dengan dinas lain seperti dinas kesehatan dan dinas pekerjaan umum, yang kini telah berani guna menyerap anggaran.

“DPU sudah mulai survei-survei, dinas kesehatan juga sudah mulai melakukan penyerapan. Ini dinas pendidikan ada apa,” tegasnya lagi.

Kepala Bidang Kurikulum Disdik Rembang Mutakin belum bisa dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan yang membutuhkan penjelasannya. Ketika ponselnya dihubungi, terdengar nada sambung, tetapi tidak diangkat, hingga berulang kali.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Gunem Tri Budiono mengaku pernah mengusulkan bantuan kepada provinsi, tetapi belum cair hingga saat ini.

Dia mengaku tidak tahu apakah bantuan itu memang tinggal mencairkan karena sudah masuk jatah anggaran provinsi, ataukah justru ada kendala lain.

“Kami menunggu saja. Kalau berharap, ya berharap segera cair,” ujarnya singkat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan