Dana BOS belum Cair, Sekolah “Berlomba” Utang

Tuesday, 9 May 2017 | 17:03 WIB

Siswa SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem tampak bermain bersama di halaman sekolah setempat. Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan kekurangan guru, tetapi pihak Kemdikbud menyatakan sebaliknya, kelebihan tenaga pendidik. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk triwulan kedua di Kabupaten Rembang belum juga cair, setidaknya hingga Selasa (9/5/2017).

Manajer BOS pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang Susanto menyatakan tidak tahu penyebab belum cairnya dana bantuan triwulan kedua tahun 2017.

“Enam hari kemarin saya sempat tanya ke Provinsi. Jawabannya tidak tahu kapan cair. Sebab dana dari Pusat belum masuk ke Provinsi,” ungkap Susanto kepada mataairradio.com.

Ia menjelaskan, dana BOS triwulan kedua tahun ini semestinya cair pada setidaknya pekan kedua bulan April lalu, sehingga terhitung mengalami kemoloran sekitar satu bulan.

“Pembayaran dana BOS triwulan pertama juga molor. Untuk SD/SMP yang semestinya Januari baru cair pada Februari, sedangkan SMA/SMK malah baru cair awal Mei kemarin,” bebernya.

Menurutnya, belum juga jelasnya pencairan dana BOS triwulan kedua mengakibatkan banyak sekolah kelimpungan dalam memenuhi kebutuhan operasional seperti gaji guru honorer sekolah.

“Selain itu, SMP kemarin kan ujian nasional. Lalu SD pada 15 Mei mendatang ini juga ujian nasional. Semua itu butuh biaya. Sementara jika dana BOS belum turun kan jadi repot,” paparnya.

Rata-rata sekolah menyikapi belum turunnya dana BOS triwulan kedua dengan berhutang atau mencari dana talangan kepada pihak lain. Tetapi ada juga yang menggunakan dana sisa tahun lalu.

“Kalau yang di rekeningnya masih ada sisa dana BOS tahun lalu, ya agar segera diambil lalu dibelanjakan untuk kebutuhan yang prioritas. Yang nggak ada sisa, ya sekolah cari utangan,” katanya.

Tahun ini, setiap siswa di jenjang SD baik negeri maupun swasta mendapat alokasi dana BOS sebesar Rp800.000 per tahun, sedangkan jenjang SMP satu juta rupiah per tahun per siswa.

Untuk tingkat SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, dialokasi Rp1,4 juta per siswa per tahun. Pada tahun ini, dana BOS dicairkan dalam empat tahap, yakni 20 persen, 40 persen, 20 persen, dan 20 persen.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan