Zaki Sesalkan Penjarahan Ikan di Mobilnya saat Kecelakaan

Senin, 20 Mei 2019 | 18:05 WIB

Zakiudin (17) sopir kendaraan L300 yang terguling di jalur Clangapan-Pamotan tepatnya masuk Desa Japeledok Kecamatan Pancur, pada Ahad (19/5/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

 

PANCUR, mataairradio.com – Kecelakaan menimpa bak mobil terbuka bermuatan ikan pada Ahad (19/5/2019) pagi sekira pukul 10.00 waktu setempat di jalur Clangapan-Pamotan tepatnya masuk Desa Japeledok Kecamatan Pancur.

Zakiudin (17) sopir kendaraan tersebut menceritakan dirinya mengemudikan mobil bak terbuka mengangkut tiga box ikan suwangi dari Rembang. Ikan seberat 2,5 kwintal dan ditaksir seharga Rp 10 juta tersebut rencananya akan dikirim ke Surabaya. Namun sebelum ke Surabaya dirinya berniat mampir dulu ke rumahnya di Desa Samaran Kecamatan Pamotan

Namun sesampainya di tikungan sebelah barat gapura Desa Japeledok atau timur jembatan Pereng Desa Jeruk Kec. Pancur, tiba-tiba salah satu ban mobilnya meletus. Mobil seketika oleng dan terguling-guling. Mobil sempat menabrak lapak dagangan bengkuang di sisi selatan jalan.

Muatan ikan ikut tumpah dan tak berselang lama, warga yang mengetahui menjarah ikan tersebut. Zakiudin tidak kuasa mengingatkan maupun melarang, karena banyaknya orang di tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi kebetulan ia harus dibawa ke Puskesmas Pamotan, guna menjalani perawatan.

“Orang-orang yang ngambil ikan banyak Mas, saya tak kuasa melarangnya karena kondisi saya juga dalam keadaan terluka,” ungkapnya.

Warga RT 01 Rw 03 Dukuh Bulung Desa Samaran ini menderita luka di bagian dahi, lutut dan lengan kiri. Dirinya menyesalkan sikap warga yang bukannya membantu malah menjarah ikannya namun demikian masih ada warga yang membantunya mengantar ke Puskesmas terdekat.

Tak berhenti sampai disitu, setelah kehilangan ikan dan mobil rusak, dirinya juga didenda oleh pemilik bengkoang sebesar Rp 1,2 juta untuk mengganti buah tersebut.

“Sama pemilik bengkoang didenda Rp 1,2 juta Mas, harapannya kalau ada kejadian serupa harusnya dibantu. Jika ingin ikan ya tanya dulu sama sopirnya,” pungkasnya.

Zaki mengikhlaskan kejadian yang menimpa dirinya dan tidak berniat melaporkannya ke polisi serta berdoa semoga mendapatkan ganti yang lebih baik dari Tuhan.

Kejadian tersebut sempat menjadi viral di media sosial, banyak komentar dari warganet terkait tindakan orang-orang disekitar TKP. Salah satunya komentar dari Saiful Halim menyayangkan warga yang menjarah dan juga mempertanyakan harga buah bengkoang yang dianggapnya terlalu mahal jika meminta ganti rugi sebanyak itu.

“Kuwi bengkoang sing ditabrak pirang iji yo, kok ya tega njaluk ganti sejuta luwih,” tulisnya di media sosial.

Sementara itu Tasripin Kepala Desa Japeledok saat dihubungi reporter mataairradio.coom mengaku tidak tahu kejadian tersebut karena dirinya tidak berada di desa pada saat itu. Namun dia menyesalkan kejadian yang menimpa Zaki. Seharusnya masyarakat menolong terlebih dahulu bukannya malah menjarahnya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan