Wisatawan Diminta Waspadai Pelapukan Kayu Jembatan Merah

Monday, 3 July 2017 | 14:40 WIB

Kayu pada bagian Jembatan Merah diganti baru setelah terjadi ambrol pada bagian yang sama Ahad (2/7/2017). Kayu pada hampir semua bagian jembatan mulai mengalami pelapukan, sehingga para wisatawan diminta waspada. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para wisatawan diminta mewaspadai pelapukan kayu pada Jembatan Merah di kawasan wisata hutan mangrove di Dukuh Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

Peringatan tersebut setelah bagian jembatan sisi selatan, tak jauh dari gapura masuk, mengalami ambrol pada Ahad (2/7/2017). Beberapa hari sebelumnya, bagian lain pada jembatan ini juga ambrol.

Beruntung tidak sampai timbul korban jiwa meskipun beberapa pengunjung sempat terjatuh akibat jembatan ambrol, mengingat jarak antara badan jembatan ke air tidak terlalu tinggi.

Sahal, salah seorang anggota tim pengelola objek wisata tersebut menjelaskan, peringatan tersebut juga karena wisatawan masih datang berkunjung ke jembatan merah sekaligus mengantisipasi ambrol susulan.

Sebelum dua kali ambrol, para pengunjung telah diperingatkannya untuk berhati-hati karena banyak bagian jembatan yang kondisinya rusak. Jumlah pengunjung yang masuk melintas pun telah dibatasi.

“Ahad (2/7/2017) kemarin itu kami sudah berupaya membatasi pengunjung yang masuk karena kondisi jembatan tidak memungkinkan untuk menahan beban berat, tetapi pengunjung tidak menghiraukan,” katanya.

Ia mengungkapkan, kekuatan jembatan tersebut tidak cukup mampu apabila dilintasi oleh ribuan orang secara bersamaan, karena sesungguhnya konstruksi jembatan hanya cocok untuk akses warga.

“Ahad kemarin juga, kami pasang penyangga jembatan dengan bahan tunggak bambu agar tidak lagi ambrol. Ke depan, kami berharap, kalau ada bantuan, konstruksi jembatan agar dibuat lebih bagus,” katanya.

Sahal menambahkan, objek wisata hutan mangrove dengan “jembatan merah”-nya diminati oleh wisatawan. Secara jumlah pengunjung, ia tidak bisa menyebutkan, namun terbilang lebih ramai ketimbang tahun lalu.

Ida Aulia, salah seorang wisatawan yang mengaku berasal dari Pati menyatakan sempat diingatkan oleh pengelola objek wisata ketika masuk hutan mangrove karena kondisi jembatan terjadi kerusakan di beberapa titik.

Ia tetap nekat masuk karena ingin menikmati rindang dan teduh hutan mangrove sekaligus pemandangan Pantai Kaliuntu. Ia menyatakan menyaksikan beberapa papan jembatan yang patah dan sebagian telah diganti baru.

“Kalau dari segi perkembangannya sudah bagus. (jembatanya) Perlu perbaikan, karena kondisinya sudah banyak yang reyot. Ada beberapa papan jembatan yang kelihatannya patah dan sudah diganti. Tadi petugasnya juga sudah ngasih tahu supaya hati-hati,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan