Wisatawan di Rembang Naik 349.561 Orang

Rabu, 12 Juni 2019 | 19:07 WIB


Pawai gunungan kupat (ketupat) dan lepet dengan diiringi musik tong tong lek pada Pesta Gebyar Syawalan di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini, Selasa (11/6/2019). (Foto: Humas Setda Rembang)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang, naik sebanyak 349.561 orang pada 2018 atau menjadi 1.810.369 orang, dari tahun sebelumnya pada 2017 yang hanya 1.460.808 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyebutkan, dari jumlah total kunjungan wisata pada tahun 2018 tersebut, 1.809.813 merupakan pengunjung lokal dan 556 wisatawan mancanegara.

Ia juga menyebutkan, objek wisata yang menjadi tujuan para pelancong meliputi Objek Wisata Pantai Karang Jahe Beach dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.039.191 orang.

“Capaian tersebut masuk dalam 10 besar destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Kemudian, Taman Rekreasi Pantai Kartini dikunjungi oleh 186.425 wisatawan dan Pantai Pasir Putih Wates sebanyak 147.693 Wisatawan.

Lalu, Makam Raden Ajeng (RA) Kartini sebanyak 68.361 pelancong, Agrowisata D’Kampoeng Rembang sebanyak 40.890 pelancong, serta Museum RA. Kartini sebanyak 33.136 pelancong.

Dwi menambahkan dengan meningkatnya kunjungan wisata membuat jumlah perputaran uang di masing-masing destinasi wisata pada tahun 2018 mencapai Rp6,4 miliar lebih.

“Kita target, pada tahun 2019 ini jumlah perputaran uang Rp6,7 miliar dan jumlah kunjungan wisata dua juta orang,” katanya.

Menurutnya, target tersebut cukup realistis, mengingat akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan destinasi wisata baru di Kabupaten Rembang yang berbasis “One Village, One Product” (satu desa satu produk).

Destinasi wisata baru itu diantaranya seperti, Pasar Mbrumbung, di Desa Banggi Kecamatan Kaliori, Pasar Kramat Desa Nglojo-Sarang, Wisata 1.000 Bogor (pohon), di Desa Pedak-Sulang, dan Wisata Sendangcoyo Asri di Desa Sendangcoyo-Kecamatan Lasem.

“Kemudian, dua destinasi wisata di Kecamatan Rembang yaitu Kali Bambu, Desa Ngadem dan Taman Hijau Semenggah Desa Padaran,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz melalui sambutannya menjelaskan, pihaknya tidak terlalu mengandalkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari menjamurnya tempat-tempat wisata yang dikelola desa.

Hafidz lebih condong pada penciptaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk berinovasi memberdayakan potensi di masing-masing desa di kabupaten ini, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ia mencontohkan kesuksesan Pasar Brumbung di Desa Banggi, Kecamatan Kaliori dan Pasar Kramat Desa Nglojo, Kecamatan Sarang.

“Dengan munculnya destinasi wisata baru mampu membuat perekonomian masyarakat menjadi meningkat, sehingga dapat menekan angka pengangguran dan warga desa tidak bekerja ke luar daerah,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan