Wisatawan di Pantai Karangjahe Meningkat Tiga Kali Lipat

Saturday, 3 December 2016 | 19:34 WIB
Suasana pengunjung Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang pada Sabtu (3/12/2016) sore. Jumlah pengunjung sepanjang 2016 tercatat tiga kali lipat dibandingkan jumlah pada 2015. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Suasana pengunjung Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang pada Sabtu (3/12/2016) sore. Jumlah pengunjung sepanjang 2016 tercatat tiga kali lipat dibandingkan jumlah pada 2015. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG mataairradio.com – Jumlah wisatawan yang berkunjung di Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang pada 2016 ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Pihak pengelola objek wisata tersebut mencatat, jumlah kunjungan wisatawan di Karangjahe mencapai 10.000 lebih pelancong, sedangkan pada tahun 2015 hanya berkisar antara 1.000-3.000 orang.

Salah seorang pengelola objek wisata Pantai Karangjahe Ali Mustofa menjelaskan, lonjakan jumlah wisatawan itu berdasarkan tingkat penjualan karcis parkir dalam dua tahun terakhir, 2015-2016.

“Secara pengunjung, mayoritas masih wisatawan lokal. Namun beberapa bulan lalu, sudah ada kunjungan dari wisatawan mancanegara; Belgia,” katanya kepada mataairradio.com, Sabtu (3/12/2016).

Merespon peningkatan kunjungan pengunjung ke Karangjahe, Ali menyatakan berencana menambah wahana-wahana baru dan lebih memacu pelayanan agar wisatawan betah berlama-lama di pantai.

“Rencananya akan kami tambahi berbagai macam wahana seperti snorkling dan flying fox. Teknisnya nanti dibuat paketan, jadi satu karcis bisa digunakan untuk menikmati semua jenis wahana,” paparnya.

Farhan Muhammad, seorang pengunjung yang mengaku berasal dari Kota Tegal mengaku tertarik berkunjung ke Pantai Karangjahe hingga dua kali ini karena kepincut pemandangan indahnya.

Ia pun mengapresiasi pengelola pantai ini karena sewaktu pertama berkunjung, objek wisata pantai ini masih minim fasilitasnya, namun kini sudah tersedia cukup banyak fasilitas.

“Kalau sebelumnya hanya hamparan pasir, kini sudah berpadu dengan cemara. Fasilitasnya juga sudah lumayan baik. Dahulu, belum ada kamar mandinya, sekarang sudah ada. Malah ada gazebo dan musala,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan