Pengembangan Wisata Hutan Mangrove Pasarbanggi Terkendala Akses

Rabu, 11 Juni 2014 | 00:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah saat melintasi jogging track kawasan Hutan Mangrove Pasarbanggi, Senin (9/6) pagi. (Foto:Bagian Humas Setda Rembang)

Gubernur Jawa Tengah saat melintasi jogging track kawasan Hutan Mangrove Pasarbanggi, Senin (9/6) pagi. (Foto:Bagian Humas Setda Rembang)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengembangan wisata hutan mangrove di Dusun Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang disebut warga masih terkendala akses berupa jalan menuju lokasi. Saat ini, akses menuju hutan mangrove masih berupa jalan tambak setapak.

Suyadi, warga Dusun Kaliuntu mengadukan kendala tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke desanya, Senin (9/6) kemarin. Menurutnya, hutan mangrove perlu dikembangkan menjadi objek wisata.

Rindangnya hutan mangrove dan suasana pesisir diyakini menarik perhatian wisatawan. Suyadi yang sudah sepuh menyerahkan nasib dari pengembangan hutan mangrove kepada kawula muda. Dia sebagai tokoh pelestari mangrove di desanya hanya berharap, pesisir tetap lestari.

Akses jalan tambak setapak memungkinkan dilebarkan. Namun karena bukan aset milik desa, perlu persetujuan dari para pemilik lahan. Ada tiga orang pemilik tambak yang dilalui jalan menuju hutan mangrove.

Gubernur Ganjar Pranowo sempat memanggil salah satu pemilik tambak bernama Maskat. Ganjar menanyakan, apakah sebagian kecil dari tambak milik Maskat, boleh dipakai untuk pelebaran jalan menuju kawasan hutan mangrove.

Bagi Maskat, pelebaran jalan yang memakan sedikit tambaknya, tidak masalah. Namun dia mengingatkan, agar pihak desa menghubungi juga dua pemilik lahan lainnya. Ganjar berharap, kepada Bupati Rembang agar memperhatikan akses tersebut, demi gairah wisata setempat.

Untuk diketahui, hutan mangrove di Pasarbanggi memiliki luas lebih dari dua hektare, namun memanjang hingga sekitar satu kilometer. Saat ini, kawasan hutan mangrove telah dilengkapi dengan “jogging track” terbuat dari papan kayu bercat merah.

Belakangan, sejumlah kawula muda memanfaatkan kawasan hutan mangrove untuk melepas penat dan jalan-jalan kecil. Pihak desa percaya, apabila pengembangan hutan mangrove diseriusi, maka bisa menjadi objek wisata baru di pesisir Kota Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan