Isu Wirausaha Kaum Muda Tarik Lima Pemuda Belanda ke Rembang

Sabtu, 3 Mei 2014 | 16:38 WIB
Lima pemuda dari Belanda kembali berkunjung ke Rembang, Sabtu (3/5), guna mengetahui pemberdayaan ekonomi kaum muda di kabupaten ini. (Foto:mataairradio.net)

Lima pemuda dari Belanda kembali berkunjung ke Rembang, Sabtu (3/5), guna mengetahui pemberdayaan ekonomi kaum muda di kabupaten ini. (Foto:mataairradio.net)

REMBANG, MataAirRadio.net – Lima pemuda dari Belanda kembali berkunjung ke Rembang, Sabtu (3/5) ini. Mereka akan berada di Rembang untuk maksimal tiga hari ke depan, guna mengetahui pemberdayaan ekonomi kaum muda di kabupaten ini.

Kedatangan mereka berkaitan dengan program Youth Economic Empowerment yang diinisiasi Plan Indonesia bersama Magistra Utama di Rembang. Manajer Proyek YEE dari Plan Indonesia Lukas Kristian Windya Nugraha menjelaskan, kunjungan empat mahasiswa dan seorang staf Plan Belanda ini, merupakan lanjutan dari lawatan pada Oktober tahun lalu.

Jika pada waktu itu, mereka mengamati situasi kaum muda yang bekerja di tempat formal, kini fokusnya ke isu atau topik kewirausahaan. Ia juga menjelaskan, ketertarikan itu terungkap dari pertanyaan kunci yang mencuat pada saat diskusi.

Setelah lawatan kali ini, sejumlah pemuda dari Rembang akan diberikan kesempatan berangkat ke Belanda pada April 2015. April kemarin, ada dua pemuda Rembang yang juga mengamati pemberdayaan ekonomi kaum muda di Negeri Kincir Angin.

Arsjaad Imami, salah satu pemuda dari sebuah universitas di Belanda membenarkan bahwa pihaknya tertarik untuk mengetahui bagaimana dorongan Pemerintah terhadap kewirausahaan kaum muda di Rembang.

Dia pun mengaku tertarik mendapatkan gambaran tentang solusi dari Pemkab dalam mengatasi pengangguran. Arsjaad datang bersama Sara Haefnagel, Dewie Venselaar, Marys Van Hock, dan Mano Bouzamour.

Mereka juga mengonfirmasi, kedatangan ke Indonesia, dalam hal ini Rembang, karena program YEE. Mereka ingin tahu perkembangan dari program ini. Sepulang ke Belanda mereka akan membagi informasi ini kepada pemegang kebijakan di negara itu.

Mereka mengaku terkesima saat bertemu dengan sejumlah pihak di Rembang yang disebutnya ramah dan penuh canda, berbeda dengan di Belanda yang bekerja terlalu serius dan jarang memiliki waktu longgar. Mereka berharap kedatangan pemuda Indonesia di negaranya.

Lima pemuda dari Belanda terlibat diskusi dengan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang di sebuah resto di bilangan Kota Rembang.

Dalam kesempatan ini pun, jurnalis lokal Rembang mengikutinya selama lebih dari dua jam. Terungkap adanya 71.837 orang pengangguran di Rembang hingga akhir 2013. Melalui program YEE, ada sekitar 1.200 orang ditempatkan bekerja, dan ada 59 calon wirausahawan. (Pujianto)




One comment
  1. hus

    Mei 3, 2014 at 7:41 pm

    Proyek ekonomi permukaan hanya cari sensasi belaka..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan