Wayang Khas Pesisir Rembang Era 1990-an Dibangkitkan

Tuesday, 6 September 2016 | 18:00 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menerima  seserahan wayang gagrak pesisiran dari dalang dan pihak Pemerintah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem di penghujung jumpa pers pada Senin (5/9/2016) kemarin. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menerima seserahan wayang gagrak pesisiran dari dalang dan pihak Pemerintah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem di penghujung jumpa pers pada Senin (5/9/2016) kemarin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Wayang khas pesisir yang pernah moncer pada era 1990-an coba dibangkitkan oleh para pegiat sejarah serta pihak Pemerintah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem.

Baru-baru ini, wayang yang dikenal sebagai gagrak pesisiran ini dipentaskan dalam sebuah acara di desa tersebut. Di luar dugaan, pementasan tersebut diapresiasi secara antusias oleh para pelaku seni dan masyarakat luas.

Kartono, seorang dalang wayang gagrak pesisiran menuturkan perbedaan wayang yang dipentaskannya di Desa Sendangasri dengan wayang ala Surakarta. Pada wayang gagrak pesisiran, yang ditampilkan tidak melulu wayang kulit.

“Wayang gagrak pesisiran Lasem kami angkat kembali dengan ciri khas diawali dengan wayang golek diakhiri dengan pentas wayang kulit. Dulu tahun 1990-an, gagrak pesisiran begitu terkenal. Tetapi sejak 1993 mulai tergerus,” tuturnya.

Kepala Desa Sendangasri Amin mengaku tidak mengira pentas wayang khas pesisiran mendapat tanggapan positif dari para pegiat seni serta pemerhati sejarah di Kabupaten Rembang, dibuktikan dengan membeludaknya penonton pertunjukan.

“Kami berharap Pemerintah pun ikut memperhatikan secara serius kekayaan budaya di Kabupaten Rembang, wayang gagrak pesisiran. Apalagi wayang khas pesisiran merupakan warisan turun temuran,” tandasnya.

Pada konferensi pers di halaman kantin di area Pemkab Rembang, Senin (5/9/2016) pagi kemarin, Kartono, Amin, dan disaksikan aktivis dari Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah Lasem, menyerahkan wayang gagrak pesisiran kepada Bupati dan Wakil Bupati.

Bupati Rembang Abdul Hafidz diserahi wayang punakawan yang fokus pada sosok Semar sebagai simbol pamomong, sedangkan Wakil Bupati Bayu Andriyanto diserahi wayang Pandawa Lima yang fokus pada Puntadewa sebagai simbol pengharapan sosok jujur dan bersih.

Mereka juga menyerahkan makalah wayang gagrak pesisiran. Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyatakan akan membaca makalah tentang sejarah wayang gagrak pesisiran dan mendukung pelestarian seni budaya sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan