Warung Terbakar, Satu Bocah Tewas

Selasa, 15 April 2014 | 12:37 WIB
 kebakaran warung milik Nafisah warga Desa Leran Kecamatan Sluke, Selasa (15/4) dini hari. (Foto:Rif)

Kebakaran warung milik Nafisah warga Desa Leran Kecamatan Sluke, Selasa (15/4) dini hari. (Foto:Rif)

SLUKE, MataAirRadio.net – Seorang bocah perempuan berumur 10 tahun tewas dalam insiden kebakaran warung milik Nafisah warga Desa Leran Kecamatan Sluke, Selasa (15/4) dini hari. Meyla Fitria Zilda tak dapat diselamatkan dari kepungan api karena si jago merah berkobar besar.

Saat kejadian, Meyla tengah tertidur lelap di atas kasur pegas. Sementara Nafisah ibunya, sedang berada di dapur untuk melayani pelanggan. Dua orang pembantu di kedai makan itu masih berada di teras warung yang terletak di sebelah barat PLTU Sluke.

Api diduga berasal dari kamar tempat Meyla tidur dan dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar perangkat di ruangan itu. Lantaran warung terbuat dari bahan kayu, seketika api cepat membesar dan membubung.

Dwi Wahyuni, salah seorang saksi di lokasi kejadian mengaku melihat api tiba-tiba sudah berkobar. Seketika Nasifah berteriak minta tolong kepada warga yang lain. Namun Meyla yang masih duduk di Kelas IV SD, tetap tidak terselamatkan.

Ukuran warung yang terbakar sekitar 6×12 meter. Kerugian total akibat kebakaran tersebut senilai Rp75 juta. Nafisah memiliki dua orang anak. Yang tinggal bersamanya adalah Meyla, karena yang bungsu tinggal bersama mantan suaminya di Semarang.

Seusai kebakaran tragis ini, Nafisah yang berusia 34 tahun ditampung oleh Kaseri, ayahnya di RT 1 RW 2 Desa Leran. Jenazah Meyla yang sempat dibawa ke rumah sakit, dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Selasa (15/4) menjelang siang.

Tampak di rumah duka, sejumlah guru dari SD tempat Meyla pernah belajar. Menurut Dwi Wahyuni, anak sulung Nafisah tergolong pandai. Dia mengaku cukup tahu keseharian Meyla karena duduk sekelas dengan anaknya.

Kapolsek Sluke AKP Joko Purnomo mengatakan jenazah Meyla memang sempat dievakuasi menuju kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang, untuk divisum. Setelah itu, tim identifikasi dari Polres Rembang dan anggota Polsek Sluke menggelar olah tempat kejadian.

Selain bangunan dan perabotan rumah tangga, sejumlah peralatan elektronik serta satu unit sepeda motor, turut ludes. Imron Rosidi, Kepala Desa Leran menambahkan, saat kejadian, angin bertiup kencang, sehingga cepat meludeskan bangunan.

Camat Sluke Mardiyanto mengaku akan melaporkan secara tertulis insiden kebakaran ini, agar semua pihak terutama Bupati bisa membantu meringankan beban keluarga korban karena seisi warung tidak terselamatkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan