Tes Cepat HIV di Warung Sendangasri Ungkap Enam Penderita Baru AIDS

Rabu, 3 Desember 2014 | 13:42 WIB
Sejumlah warung di bilangan tepi Jalan Pantura wilayah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem. (Foto:Rif)

Sejumlah warung di bilangan tepi Jalan Pantura wilayah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem. (Foto:Rif)

 

LASEM, mataairradio.com – Tes cepat atau rapid test HIV yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang di sejumlah warung di bilangan tepi Jalan Pantura wilayah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, mengungkap enam penderita baru AIDS.

Tes cepat HIV dilakukan terhadap 26 orang pada Senin (1/12/2014). Enam orang perempuan yang mengikuti tes cepat HIV ini dinyatakan positif menderita Acquired Immune Deficiency Syndrome.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii membenarkan terungkapnya temuan enam pegidap HIV atau Human Immunodeficiency Virus dari rapid test penghuni sejumlah warung di bilangan tepi Jalan Pantura wilayah Sendangasri.

“Terhadap enam orang yang positif mengidap HIV dari hasil rapid test kemarin (1/12/2014) di Sendangasri, kita akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan sel darah putih atau CD4 guna melihat daya kekebalan tubuh yang bersangkutan,” ungkapnya kepada mataairradio.com, Rabu (3/12/2014).

Ali menjelaskan, apabila pada tes CD4 menunjukan kadar virus dalam darah berada di angka 350 sel per milimeter kubik atau kurang dari itu, maka terapi atau langkah pengobatan dengan anti retroviral (ARV) akan dilakukan.

“Hari ini (3/12/2014), tim dari Dinas Kesehatan Rembang baru turun untuk memberikan hasil rapid test. Terhadap yang positif mengidap HIV, kami akan lakukan bimbingan dan pendampingan konseling, serta mengimbau agar yang bersangkutan berhenti dari aktivitas seks berisiko,” tandasnya.

Pihak Dinas Kesehatan, menurut Ali, juga perlu membatasi agar virus yang diidap oleh enam orang yang bersangkutan, menular kepada siapapun, terutama terhadap yang berhubungan seksual dengan mereka.

“Soal sosialisasi, jelas akan kami lebih tingkatnya secara lebih masif atau utuh melalui koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah. Kami juga merasa perlu untuk melakukan tes cepat serupa di daerah lain di kabupaten ini yang ditengarai ada aktivitas berisiko AIDS,” tegasnya.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Paramita Prapanca Aswari Nurul Rahajeng merekomendasi penanganan lanjutan secara lebih serius terhadap enam pengidap HIV yang terungkap dari rapid test di Sendangasri.

“Pemkab Rembang perlu mempertimbangkan penertiban kawasan warung-warung di Sendangasri itu. Semestinya, satuan kerja perangkat daerah terkait, perlu dikoordinasi tugasnya masing-masing dalam rangka penanganan persoalan sosial di kawasan warung-warung itu,” katanya.

Dia juga mengatakan, meski dari enam temuan baru AIDS ini, penderitanya rata-rata warga dari luar daerah, namun tetap saja perlu ditangani, agar tidak menyebar secara luas.

“Pelarian sejumlah pekerja seks komersial dari lokalisasi Jarak dan Dolly di Jawa Timur ke daerah-daerah kecil seperti Rembang, juga perlu dipedulikan secara cermat oleh semua pihak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan