Pemkab Tak Berdaya Tertibkan Warung Liar Pantura

Jumat, 25 April 2014 | 14:53 WIB
Warung makan di tepi jalan pantura wilayah Kaliori Kabupaten Rembang. (Foto:Pujianto)

Warung makan di tepi jalan pantura wilayah Kaliori Kabupaten Rembang. (Foto:Pujianto)

KALIORI, MataAirRadio.net – Warung makan di tepi jalan pantura wilayah Kaliori Kabupaten Rembang, kini tumbuh semakin marak. Padahal tempat usaha ini berdiri di atas tanah Negara, sehingga tak sesuai peruntukan alias liar.

Ironinya, Pemkab Rembang tak berdaya menertibkan. Sementara maraknya warung ini, menyebabkan aksi parkir di tepi jalan merebak dan berpotensi mencelakakan pengguna jalan lain yang melintas.

Mahmud, salah seorang warga Batangan yang mengaku hampir tiap hari melintasi Pantura Kaliori menyebut, truk parkir di tepi jalan seperti tak terkendali, meski petugas sudah pernah menertibkan. Dia pun menduga, keberadaan warung memicu aksi parkir sembarangan.

Apalagi, sejumlah pengemudi truk, ada pula yang nekat memarkir armadanya di sisi tepi Jembatan Tasikharjo. Padahal, di tengah jembatan terdapat lubang, sehingga kalau menghindar ke kanan atau kiri bisa menabrak truk parkir.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono mengaku hanya fokus pada kewenangannya, yakni kelancaran perhubungan jalan raya. Langkah penertiban truk parkir di tepi jalan, menurutnya, sudah beberapa kali dilakukan.

Namun kenyataannya, truk yang parkir di tepi jalan tetap saja ada, baik pada pagi, siang, hingga malam hari. Penertiban seolah menjadi tidak sama sekali berdampak. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Suyono hanya berjanji akan kembali menggiatkan operasi.

Sementara tentang penertiban warung liar di tepi jalan pantura, pihak Dinas Perhubungan mengakui sulit. Sebab perlu ada pembicaraan agar ada titik temu dengan semua pihak yang terkait. Suyono membenarkan, warung ini berdiri di atas tanah Negara karena berada di sempadan sungai.

Tanpa mengebiri arti usaha sebagian warga untuk berpenghasilan melalui warung, secara tidak langsung keberadaan mereka mengundang maraknya truk parkir di sepanjang tepi jalan pantura, serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga Maret 2014, setidaknya sudah 115 nyawa melayang akibat kecelakaan yang dipicu truk parkir di tepi jalan. Dia tak berharap ada lagi korban jiwa, ketika parkir truk di tepi jalan ini tak terkendali. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. darmin

    April 25, 2014 at 3:34 pm

    Kalo korupsi dan membohongi masyarakat saja hebat kok sama pemilik warung yang tidak berdaya malah nglempus? itu karena malas dan tidak dapet untung atau karena apa? dasar koruptor mau bekerja kalo basah, kalo ada resiko tidur nglempus!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan