Warung Kopi Plus Resahkan Warga Pancur

Senin, 1 Februari 2016 | 16:26 WIB
11 warung kopi yang berderet di wilayah Desa Jeruk Kecamatan Pancur. Warung kopi yang menyediakan layanan karaoke terbuka ini dikeluhkan warga karena jam operasionalnya yang sering kelewat jam normal. (Foto: Mukhammad Fadlil)

11 warung kopi yang berderet di wilayah Desa Jeruk Kecamatan Pancur. Warung kopi yang menyediakan layanan karaoke terbuka ini dikeluhkan warga karena jam operasionalnya yang sering kelewat jam normal. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PANCUR, mataairradio.com – Kehadiran 11 warung kopi (warkop) plus karaoke terbuka, mulai meresahkan warga di Kecamatan Pancur.

Pasalnya, jam operasi mayoritas warkop plus karaoke terbuka itu melewati tengah malam.

Di kompleks pertokoan di Desa Jeruk Kecamatan Pancur misalnya. Warga setempat mengeluh karena kenyamanannya terganggu lantaran warung kopi itu beroperasi seperti tak kenal waktu.

Terkait hal itu, Niwarti, Kepala Desa Jeruk mengaku sudah menerbitkan peraturan desa (perdes).

“Isinya membatasi operasi warung kopi plus itu hanya sampai pukul 22.00 WIB,” terangnya.

Bagi mereka yang melanggar, Niwarti mengancam akan menutupnya.

Ia mengakui, warganya sudah gerah, sehingga sempat ada pertemuan dengan para pihak warung kopi pada satu bulan yang lalu.

“Ya benar (resah). Satu bulan yang lalu sudah kami adakan pertemuan antara warga dengan pihak warung kopi. Hasilnya ya perdes itu,” katanya kepada reporter mataairradio, Senin (1/2/2016) pagi.

Pihak desa mengakui, belum sekalipun terjadi kericuhan apalagi tindak kriminal sebagai buntut dari operasional warung kopi plus.

Namun Niwarti mengaku khawatir karena pernah terjadi peristiwa penusukan dua pemuda di sebuah warung kopi di Pasarbanggi-Rembang pada tahun lalu.

Kades Jeruk juga menyebutkan, pemilik warung-warung kopi di kompleks ruko itu berasal dari warga luar desa sehingga sejak usaha itu berdiri desa sudah langsung melakukan pemantauan.

“Pihak Polsek Pancur pun melakukan patroli tiap minggu, guna mengantisipasi kerawanan,” katanya.

Niwarti menegaskan, semua warung kopi yang ada di tempat itu sudah menyetujui peraturan desa.

Mereka membuat surat pernyataan, bahwa jika melanggar peraturan, maka bersedia dicabut haknya untuk membuka warung kopi di ruko tersebut.

Para warga sekitar warung kopi mengaku terganggu oleh kebisingan warkop plus karena volume dari suara musik dan karaoke yang terlalu keras.

Namun warga takut memberikan keterangan secara resmi kepada reporter mataairradio.

Selain di Desa Jeruk, warung kopi plus juga sudah banyak beroperasi di beberapa tempat lain seperti di kompleks ruko dekat Pertigaan Celangapan, di tepi Jalan Rembang-Sulang, dan di tepi Jalan Pantura di Desa Pasarbanggi-Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan