Warga Karangasem Tolak Rencana Eksploitasi Air PT Pokphand

Selasa, 18 November 2014 | 17:10 WIB
Pernyataan sikap dari kelompok warga Desa Karangasem Kecamatan Sedan atas rencana pengeboran di tengah permukiman desa setempat. (Foto:Pujianto)

Pernyataan sikap dari kelompok warga Desa Karangasem Kecamatan Sedan atas rencana pengeboran di tengah permukiman desa setempat. (Foto:Pujianto)

 

SEDAN, mataairradio.com – Puluhan warga Desa Karangasem Kecamatan Sedan menyatakan menolak rencana eksploitasi air melalui pengeboran sumur di tengah kawasan permukiman desa setempat oleh pihak PT Charoen Pokphand.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh perwakilan warga kepada pihak perusahaan, Selasa (18/11/2014) pagi. Warga menolak rencana eksploitasi ini karena khawatir menganggu kelangsungan sumber air di daerah tersebut.

“Selama ini, Pokphand kurang perhatian dan sosialisasi ke warga. Ditambah dengan rencana pengeboran untuk eksploitasi air di tengah permukiman RT 1 RW 1, warga sepakat menolak. Khawatir sumber air di sekitarnya terganggu,” ungkap Muhammad Khudlori yang dihubungi mataairradio.com.

Menurutnya, selama lebih dari tiga tahun atau sejak berdiri, pihak Pokphand mengambil air dalam jumlah besar menggunakan tangki dari luar Karangasem untuk memenuhi kebutuhan operasi pabrik pembibitan ayam.

“Khawatirnya, kalau dieksploitasi, pasokan air di desa ini akan terganggu. Selama ini hanya wilayah RT 1 RW 1 yang bebas dari krisis air bersih saat musim kemarau. Rencana ini juga tidak disosialisasikan sebelumnya sebagaimana saat pabrik ini hendak berdiri dulu,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan, dari kabar yang beredar, rencana pengeboran akan berlangsung sedalam 100 meter. Khudlori menekankan, letak calon sumur yang ada di tengah permukiman, menjadi alasan kuat rencana ekploitasi air.

“Asal tahu saja, warga nyaris tidak pernah diajak rembugan soal aktivitas Pokphand. Kontribusinya nggak ada. Tenaga kerja. Janjinya diprioritaskan, tapi nyatanya, tidak sebanding dengan harapan,” imbuhnya yang merupakan Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Desa Karangasem.

Ditambahkannya, pernyataan sikap menolak rencana eksplotasi air di tengah Desa Karangasem sudah disampaikan ke pihak perusahaan dengan tembusan ke pihak Kapolsek, Danramil, dan Camat Sedan.

“Perwakilan warga tadi sudah bertemu dengan Pak Erwin Septiawan dari PGA (Personalia and General Affair) mengatakan akan menindaklanjuti respon dari warga atas penolakan rencana pengeboran untuk mencukupi kebutuhan air di pabrik,” katanya.

Warga menilai tanggapan dari pihak PGA cukup positif, sehingga diharapkan rencana eksploitasi air itu diurungkan. Apalagi, menurut keterangan dari Erwin sebagaimana dikutip Khudlori, pihak perusahaan belum sampai mengundang atau bersepakat dengan kontrak pengeboran.

“Katanya (Pak Erwin) tadi sih, respon dari warga ini kebetulan muncul sebelum adanya kontrak dengan pihak pengebor. Namun memang, pihak Pokphand telah ada ‘deal’ dengan beberapa warga yang saya sebut oknum soal rencana pengeboran itu,” tandasnya.

Sembari menunggu tindak lanjut dari pihak PGA ke otoritas di atasnya terkait penolakan warga atas rencana eksploitasi ini, pihak warga memilih untuk menunggu dan melihat perkembangan.

“Kami belum akan menggelar aksi terusan. Kami ‘wait and see’ perkembangannya dulu. Kita tunggu respon perusahaan seperti apa. Katanya perusahaan juga akan ketemu dengan paguyuban warga yang menentang rencana pengeboran ini,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan