Warga Temukan Kakek Tewas di Embung Japeledok

Jumat, 25 Desember 2015 | 16:41 WIB
Ilustrasi. (Foto: stluciatimes.com)

Ilustrasi. (Foto: stluciatimes.com)

 

PANCUR, mataairradio.com – Warga Desa Japeledok Kecamatan Pancur, Jumat (25/12/2015) pagi, menemukan seorang kakek tua yang mengapung tanpa nyawa di embung desa setempat.

Kakek tua itu ternyata juga warga Japeledok bernama Kaeri, dengan usia 70 tahun.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban sebelumnya berpamitan kepada sang istri untuk berkunjung ke tempat keluarganya di Sumbangrejo Kecamatan Pamotan, dengan jalan kaki.

Hingga pada Kamis (24/12/2015) sore, Kaeri diketahui pulang dengan membawa pintu dari anyaman bambu.

Korban diduga berhenti untuk cuci kaki di tepi embung, namun malah terpeleset dan tenggelam. Hal itu berdasarkan temuan pintu bambu yang disandarkan di pohon jati, dekat embung.

Namun menurut Kapolsek Pancur AKP Suwardi, ada indikasi sakit ayan korban kumat sebelum terpeleset.

“Mungkin ayannya kumat, karena katanya, korban punya riwayat epilepsi,” ungkapnya.

Pihak Kepolisian Sektor Pancur mengaku langsung terjun ke lokasi kejadian, begitu mendapat informasi tentang adanya temuan warga tenggelam di Embung Japeledok.

“Kami dibantu aparat dari Koramil Pancur dan warga serta Pemerintah Desa Japeledok, cepat melakukan evakuasi,” terangnya.

Saat itu, embung yang berukuran 20×15 meter itu, telah dipenuhi air dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, sedangkan petugas medis dari Puskesmas Pancur yang ikut terjun ke lapangan, segera memeriksa jasad korban.

Menurut Kapolsek Pancur, polisi dan petugas medis tidak menemukan bekas luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Akhirnya mayat korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

“Tidak ada bekas luka atau tanda bekas kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya.

Dari sejumlah informasi yang diperoleh, korban Kaeri selama ini tinggal bersama istrinya di RT 5 RW 1 Desa Japeledok.

Pihak keluarga menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Soal riwayat epilepsi, pihak keluarga mengonfirmasi, namun apakah karena itu korban terpeleset, masih belum pasti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan