Warga Sumber Jadi Korban Kecelakaan Maut Palikanci

Selasa, 14 Juli 2015 | 23:16 WIB
Bus Rukun Sayur menabrak pembatas jalan di KM 202 Tol Palikanci, Jawa Barat, Senin (14/7/2015). (Foto. kompas.com)

Bus Rukun Sayur menabrak pembatas jalan di KM 202 Tol Palikanci, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). (Foto. kompas.com)

SUMBER, mataairradio.com – Kecelakaan tunggal bus “Rukun Sayur” di Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Kilometer 202 pada Selasa (14/7/2015) siang tadi dilaporkan menewaskan salah seorang warga RT 1 RW 3 Desa Sumber Kecamatan Sumber bernama Ali Sodikin (20).

Kecelakaan ini juga dikabarkan mengakibatkan dua orang warga lainnya di desa itu, masing-masing Muhamad Shona Mahsun dan Ngari, mengalami luka-luka. Satu nama lagi, Purwanto, warga desa yang sama, yang diduga turut serta di bus nahas tersebut, belum diketahui kabarnya.

“Keluarga dan warga sini tahu dari berita di televisi sore tadi. Itu, mereka niatnya pulang kampung. Ali Sodikin sendiri ini anak tunggal. Dia kerja sebagai kuli bangunan di Jakarta,” tutur Jarwono, warga Desa Sumber kepada mataairradio.com.

Setelah menerima kabar kecelakaan nahas itu, Sumarni, ibu dari Ali Sodikin, menurut Jarwono, langsung syok. Demikian juga dengan Sunarto, ayah Ali. Ia mengatakan, keluarga Ali tidak sampai menyusul ke RS Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tempat jenazah korban disemayamkan.

“Keluarga di sini langsung menggelar tahlilan. Ini warga sedang berkumpul di rumah duka, untuk memanjatkan doa kepada almarhum. Tidak ada yang ke Cirebon untuk menjemput jenazah,” terangnya.

Menurut Jarwono, kendati tidak disusul pihak keluarga, tetapi jenazah Ali Sodikin dipastikan sudah ada yang mengurus. Sebab pihak Polsek di Cirebon ada yang merupakan kerabat dari Kanit Reskrim Polsek Sumber.

“Yang ngurus saudaranya Pak Herman, Kanit Reskrim Polsek Sumber. Kebetulan saudaranya itu tugas di salah satu Polsek di Cirebon. Sementara ibu dari Ali itu kerja sebagai asisten rumah tangga (pembantu) di rumah Pak Herman,” bebernya.

Belum diketahui secara jelas, kapan jenazah korban akan sampai di kampung halaman. Tidak diketahui pula, bagaimana kondisi dua korban luka-luka dari Sumber itu. Demikian pun dengan Purwanto, belum ada warta terkini.

“Ini kami, warga, juga masih menanti kabar terkini dari para korban. Semoga lainnya selamat,” imbuhnya.

Sementara itu mengenai korban Ali Sodikin, warga kata Jarwono, mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Lajang yang baru lulus SMA kira-kira dua tahun yang lalu ini, dikenal giat bekerja.

“Lulus SMA dua tahun lalu. Dia itu anak tunggal. Tapi sudah sekitar 1,5 tahun ini merantau sebagai kuli bangunan. Ikut bersama teman-temannya,” kata dia.

Seperti diberitakan, bus yang mengalami kecelakaan tersebut mengangkut 51 penumpang. Trayek bus, Jakarta-Solo. Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang tewas di tempat, sedangkan satu lainnya meninggal di rumah sakit.

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Condro Kirono dalam siaran berita mengatakan, kecelakaan tunggal itu karena sopir bus mengantuk sehingga tak bisa mengendalikan laju kendaraan.

“Bus Rukun Sayur ini sebenarnya bus dari Jawa Tengah, karena plat nomornya AD (AD 1543 CF).Trayeknya mestinya dalam kota dalam provinsi. Bus itu buatan tahun 1995. Jadi usianya (bus) sudah 20 tahun. Tapi memang mengangkut penumpang dari Jakarta,” jelasnya.

Menurut Condro, bus tersebut mengangkut pekerja bangunan dan berangkat dari Tanjung Priok. Polisi juga memastikan, pengemudi bus meninggal, tetapi itu sopir serep.

“Narto, sopir bus yang tewas itu pengemudi pengganti. Pengemudi utamanya, Tarjo, luka berat. Dia (Tarjo) nanti juga akan bertanggung jawab. Kita akan kembangkan (penyidikan) mengenai penyebab kecelakaan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan