Warga Sekitar Pabrik Sepatu Berharap Diprioritaskan

Jumat, 15 Februari 2019 | 13:09 WIB

Suasana di depan pabrik sepatu PT Seng Dam Jaya Abadi Rembang beberapa waktu yang lalu. (Foto: warganet facebook)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Animo masyarakat Rembang yang mendaftarkan diri menjadi tenaga kerja pada PT Seng Dam Jaya Abadi atau pabrik sepatu yang berlokasi di sebelah timur Embung Rowosetro Rembang beberapa hari yang lalu tepatnya Rabu (13/2/2019) sangat tinggi.

Padahal menurut informasi yang disampaikan oleh Bupati beberapa waktu lalu, pabrik asal Korea tersebut pada tahap pertama hanya merekrut 1.000 – 1.500 orang tenaga kerja.

Muhamad Anwar Sekretaris Desa Kasreman menyatakan warga atau pelamar kerja dari desa sekitar seharusnya diprioritaskan agar diterima, karena merupakan wilayah terdampak langsung pembangunan pabrik sepatu.

Diantaranya daerah yang merupakan ring 1 Desa Pasarbanggi, Sridadi, Tireman, Padaran, Kasreman dan Tlogomojo harus mendapatkan kesejahteraan, salah satunya diterima sebagai tenaga kerja.

Alasan yang lain diantaranya tanah yang digunakan untuk bangunan pabrik sebelunya adalah tanah pertanian dan sekarang sudah beralih menjadi industri, maka banyak warga yang asalnya menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian membutuhkan pekerjaan pasca tanahnya beralih fungsi.

“Harusnya ring 1 yang mendapatkan prioritas Mas, karena terdampak langsung dan mereka sudah gak punya sawah,” ungkapnya.

Afif Awaludin tokoh masyarakat Desa Tlogomojo mengamini pendapat Anwar, bahwa perekrutan tenaga kerja pabrik sepatu harus memprioritaskan warga sekitar agar kondusif.

Dirinya mengingatkan jika warga sekitar diabaikan, maka akan terjadi keributan sebagaimana proses perekrutan tenaga kerja di PLTU Sluke dan Pabrik Semen di Gunem beberapa waktu lalu.

Iapun menyinggung jika ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingan politik ada yang menjanjikan kepada masyarakat jalan pintas masuk menjadi tenaga kerja pada pabrik sepatu agar tidak terpengaruh.

“Jangan percaya jika ada Caleg atau tim sukses yang janji bisa memasukkan ke pabrik, palsu semua itu, coba kalau berani ada hitam di atas putih (perjanjian),” tegasnya.

Afif berharap dalam proses perekrutan tenaga kerja di pabrik sepatu ini tidak ada kepentingan politik yang memanfaatkannya. Ia khawatir masyarakat terbuai dengan janji-janji dan menjadi kecewa pada akhirnya jika gagal masuk menjadi tenaga kerja.

Ia percaya bahwa pihak pabrik akan menyeleksi calon tenaga kerja dengan profesional sesuai dengan kemampuan dan juga kebutuhan pabrik.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan