Kesepakatan Diingkari, Warga Segel Gudang DC Alfamart

Sabtu, 18 Oktober 2014 | 14:19 WIB

 

Aksi ratusan warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang berunjuk rasa menuntut prioritas rekrutmen tenaga kerja dan membantu menyelesaikan pembangunan gedung serbaguna Pasarbanggi, Sabtu (18/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Aksi ratusan warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang berunjuk rasa menuntut prioritas rekrutmen tenaga kerja dan membantu menyelesaikan pembangunan gedung serbaguna Pasarbanggi, Sabtu (18/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang kembali mendatangi secara beramai-ramai gudang DC Alfamart milik PT Sumber Alfaria Trijaya, Sabtu (18/10/2014) pagi.

Mereka menuntut diwujudkannya tujuh hasil kesepakatan antara pihak Desa Pasarbanggi dengan pihak PT Sumber Alfaria Trijaya yang diteken oleh kedua pihak pada 15 April 2014.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, dilakukan warga dengan langsung masuk ke lokasi proyek yang dikerjakan oleh kontraktor PT Cahaya Hidup Prima. Mereka menghentikan aktivitas pekerjaan pagi itu.

Warga juga meminta seluruh pekerja proyek keluar dari lokasi gudang DC Alfamart di Jalan Rembang-Lasem Kilometer 3 ini, setelah tidak ada satu pun dari pihak perusahaan yang berhasil mereka temui.

Setelah memastikan tidak ada lagi pekerja yang beroperasi, warga yang dipimpin Kepala Desa Pasarbanggi Rasno, menyegel pintu depan kawasan gudang dengan gembok dan rantai.

Selama aksi, nyaris tidak terjadi ketegangan. Hanya warga yang beberapa kali terdengar berteriak, meminta para pekerja proyek agar keluar dari gudang. Beberapa petugas satpam gudang pun, tak kuasa mencegah warga.

Mashudi, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasarbanggi menyebutkan, tujuh hasil kesepakatan itu di antaranya rekrutmen tenaga kerja dengan memprioritaskan warga Desa Pasarbanggi tanpa dipungut biaya.

Selain itu, pendaftaran atau seleksi tenaga kerja khususnya warga Pasarbanggi harus melalui Pokja yang berasal dari tokoh masyarakat desa setempat. Tak hanya itu, perusahaan telah sepakat memberikan dana partisipasi untuk “event” sedekah laut dengan nilai dua juta rupiah per tahun.

Pihak perusahaan juga sepakat untuk memberi bantuan kepada madrasah Desa Pasarbanggi sebesar dua juta rupiah dan retribusi ke kas desa sebesar satu juta rupiah per tahun.

“Pihak kontraktor pembangunan gudang DC Alfamart, yakni PT Cahaya Hidup Prima akan membantu menyelesaikan gedung serba guna Desa Pasarbanggi dan pihak perusahaan pun telah sepakat; untuk pelelangan kertas dan kardus gudang DC Alfamart diprioritaskan untuk Desa Pasarbanggi,” tandasnya.

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno menambahkan, dari tujuh hasil kesepakatan, ada dua poin yang mestinya sudah harus dipenuhi oleh pihak perusahaan saat pembangunan gudang DC Alfamart, mendekati selesai.

“Satu soal rekrutmen tenaga kerja. Perusahaan mengingkari kesepakatan. Kesepakatannya memprioritaskan, namun dari 79 orang warga Pasarbanggi yang memenuhi kualifikasi persyaratan, hanya 12 yang diterima,” katanya.

Yang kedua, menurut Rasno, adalah terkait janji kontraktor PT Cahaya Hidup Prima yang akan membantu menyelesaikan gedung serba guna Pasarbanggi.

“Betul kata-katanya membantu. Namun membantu menyelesaikan. Kenyataannya kontraktor hanya memberi bantuan 50 sak semen atau senilai Rp2,5 juta saja. Ini sama saja menyepelekan desa dari kesepakatan yang pernah dibuat,” tandasnya.

Dia menegaskan, selagi tidak ada wujud komitmen dari pihak perusahaan kepada desa dan warga sesuai kesepakatan, gudang DC Alfamart itu diminta agar tetap tutup.

“Ya kalau nggak sesuai kesepakatan, kita mengikuti alur warga saja (yang menuntut agar ditutup). Saya pun nggak mau ada pertemuan yang akhirnya hanya berujung janji-janji saja,” tegasnya.

Seusai menyegel pintu masuk bagian depan kawasan gudang, warga mulai membubarkan diri. Sejumlah personel dari aparat Kepolisian Resor Rembang tampak memantau jalannya aksi unjuk rasa yang berakhir damai.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan