Warga Sale Protes Pelanggaran kesepakatan oleh Al-Kuba

Sabtu, 1 Desember 2018 | 15:54 WIB

Suasana mediasi antar Warga Sale dan pihak Al-Kuba pada Sabtu (1/12/2018) siang di ruang Banggar DPRD Rembang. (Foto: mataairrradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga Sale memprotes pelanggaran kesepakatan yang dilakukan oleh pihak pabrik kulit Al-Kuba. Protes tersebut terjadi saat mediasi antar warga dan pihak Al-Kuba pada Sabtu (1/12/2018) siang tepatnya pukul 11.00 waktu setempat di ruang Banggar DPRD Rembang.

Mediasi dipimpin oleh Ketua Komisi A Asnawi, dihadiri oleh Kapolres, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak perwakilan Al-Kuba dan warga Sale.

Bambang Wahyu Widodo, pendamping warga Sale dari Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) menyatakan bahwa terjadi pelanggaran kesepakatan tanggal 14 November 2018 lalu yang menyatakan bahwa pabrik Al-Kuba harus berhenti sementara sampai pembenahan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) dan sudah tidak ada bau lagi.

Namun yang terjadi sampai saat ini diketahui bahwa pabrik tersebut masih beroperasi. Sehingga pihaknya menuntut untuk kepada pihak berwenang untuk segera melakukan tindakan hukum jika masih membandel.

“Kita menyayangkan pelanggaran kesepakatan November lalu agar pabrik berhenti beroperasi sementara,” ungkapnya.

Perwakilan Al-Kuba Ali Munadi menyatakan bahwa memang para pekerja di pabrik ia suruh masuk namun bukan untuk produksi melainkan untuk bersih-bersih sesuai dengan kesepakatan tanggal 14 November lalu.

Sehingga ia menolak jika dianggap bahwa pabrik masih melakukan produksi dan pelanggaran kesepakatan, buktinya beberapa OPD baik dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas kesehatan sudah melakukan pengecekan di pabrik.

“Memang karyawan saya suruh masuk kerja, tapi untuk bersih-bersih, kami disini taat aturan,” kilahnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo dalam rapat menyatakan pihaknya sudah pernah melakukan pengecekan di pabrik, dan pihak dianggapnya sudah melakukan pembenahan.

Gatot Paeran anggota DPRD yang ikut dalam mediasi tersebut mengusulkan agar ada komunikasi yang baik dari pihak warga maupun pabrik.

Komunikasi tersebut bisa dengan cara pihak pabrik Al-Kuba mengundang warga sekitar dan meminta masukan apa yang diinginkan warga. Dengan demikian penyelesaian masalah bisa secara kekeluargaan.

“Mbok ya hal ini diselesaikan dengan baik, lha sama-sama warga Sale kan,” ungkapnya.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa sempat menanyakan apakah pihak Al-Kuba menggunakan konsultan terkait IPAL, Sehingga penanganan bau limbah bisa teratasi.

Iapun menegaskan jika nanti masih ditemukan kejadian yang sama, pihaknya akan segera bertindak walaupun tanpa laporan dari warga karena hal tersebut merupakan temuan kepolisian.

“Jika masih ditemukan pelanggaran, dan warga merasa terganggu kami akan bertindak,” Pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan