Warga Protes Lelang Bengkok Carik oleh Sekdes

Senin, 23 November 2015 | 17:34 WIB
Lahan pertanian yang kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Lahan pertanian yang kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

SULANG, mataairradio.com – Warga Desa Seren Kecamatan Sulang memprotes lelang bengkok carik oleh sekretaris desa (sekdes) setempat.

Tanah bengkok carik seluas sekitar 7 hektare dikotak-kotak dan dilelang oleh sekdes tanpa melalui musyawarah desa.

Warga berharap sekretaris desa menyerahkan dulu lahan bengkok carik kepada pemerintah desa sebelum dilelang.

Apalagi, sejak sekdes diangkat sebagai PNS, lahan bengkok carik mestinya menjadi aset desa.

Anggota BPD Seren Winarto berharap kepada Pemkab Rembang agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Terlebih, sekretaris desa kukuh tidak mau menyerahkan lahan bengkoknya ke desa.

“Kami akan berunjuk rasa, jika persoalan ini tidak kunjung selesai. Maunya warga, lelang ditangguhkan, dan bengkok diserahkan dulu ke desa,” katanya.

Sudarsono, salah satu perangkat Desa Seren menilai sekretaris desa keliru dalam memahami aturan soal lahan bengkok carik.

“Kalau lahan bengkok dipakai untuk tambahan penghasilan, tidak bisa dilelang seenaknya tanpa melalui permusyawaratan desa,” katanya.

Ia mengaku sudah mengadukan persoalan penyewaan lahan bengkok carik oleh sekdes kepada Asisten I Sekda dan Bagian Tata Pemerintah Sekda Rembang.

“Sampai dengan Senin (23/11/2015)ini belum ada respon yang memuaskan dari Pemkab Rembang,” katanya.

Pihak Pemkab Rembang hanya memberikan waktu dua bulan kepada pihak desa untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Warga meminta, agar lahan bengkok diserahkan dulu secepatnya ke pemerintah desa, baru kemudian dilelang melalui musyawarah desa,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah ada 7 penyewa yang akan menggarap lahan bengkok carik.

Setiap kotak disewakan selama dua tahun dengan harga mulai Rp4,5 juta sampai Rp18 juta.

Namun, kotak termahal Rp18 juta disebut belum laku dan akan digarap oleh sekdes.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin mengaku sudah memanggil BPD Seren, tetapi belum sampai memanggil sekdesnya untuk diklarifikasi.

“Kami akan menyelesaikannya secara bertahap dan memberikan waktu dua bulan bagi desa untuk merampungkannya. Saat ini, kita pantau lewat Pak Camat,” katanya.

Akhsanuddin mengakui, pernah ada kesepakatan untuk menarik lahan bengkok carik menjadi aset desa sejak sekdes diangkat sebagai PNS.

Namun jika pun dipakai untuk tambahan penghasilan sekdes, maka fungsinya tidak lagi bengkok, tapi aset desa.

“Semestinya Pak Sekdes sabar dulu. Tidak menyewakan lahan bengkok tanpa musyawarah desa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan