Lima Hari, Warga Masih Bertahan di Tenda “Penolakan” Pabrik Semen

Jumat, 20 Juni 2014 | 18:14 WIB
Sejak Senin (16/6) lalu mereka tinggal di bawah tenda terpal dengan suplai makanan dari warga lain yang bersimpati, sebagai bentuk upaya penolakan rencana pendirian pabrik semen. (Foto:Pujianto)

Sejak Senin (16/6) lalu mereka tinggal di bawah tenda terpal dengan suplai makanan dari warga lain yang bersimpati, sebagai bentuk upaya penolakan rencana pendirian pabrik semen. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Puluhan warga yang didominasi perempuan dari sejumlah desa di Kecamatan Gunem hingga Jumat (20/6) sore masih bertahan di dekat tapak pabrik semen PT Semen Indonesia di wilayah antara Desa Kadiwono Kecamatan Bulu dan Desa Kajar Kecamatan Gunem.

Sejak Senin (16/6) lalu mereka tinggal di bawah tenda terpal dengan suplai makanan dari warga lain yang bersimpati, sebagai bentuk upaya penolakan rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka. Bantuan logistik lainnya seperti selimut juga mengalir.

Namun beberapa dari mereka ada yang secara bergantian pulang menengok keluarga dan ternak piaraan. Bambang Wahyu Widodo, Aktivis Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang menyatakan turut memberi perhatian satu kuintal beras kepada warga.

Dia berharap, warga yang telah menderita tidak dijadikan objek, oleh mereka yang memiliki kepentingan untuk keuntungan pribadi. Menurut dia, warga perlu dibantu untuk mencarikan solusi terbaik, bukan malah seolah dijadikan objek untuk dimanfaatkan oleh pejabat dan politisi.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan menyatakan tidak mempermasalahkan aksi warga. Selagi mereka tidak mengganggu hak dan kepentingan orang lain, pihak kepolisian mempersilakan warga untuk menyampaikan aspirasi.

Soal apakah mereka yang menginap di bawah tenda selama beberapa hari belakangan tidak akan mengundang gesekan dari pihak lain, polisi meyakini itu kecil kemungkinan terjadinya di Rembang.

Kapolres menegaskan, aksi mereka tetap dilindungi undang-undang selagi tertib. Pihak kepolisian juga telah memastikan bahwa mereka yang kini tinggal di tenda “penolakan” adalah warga sekitar rencana lokasi penambangan pabrik seperti Timbrangan dan Tegaldowo.

Sementara itu, sejumlah orang yang mengatasnamakan perwakilan warga Tegaldowo, Dowan, Pasucen, dan Timbrangan Kecamatan Gunem serta Bitingan dan Tengger Kecamatan Sale, mendatangi kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (20/6) siang. Mereka bertemu Gubernur Ganjar Pranowo.

Warga menyatakan keberatan dengan izin lingkungan yang dikeluarkan Gubernur untuk PT Semen Indonesia. Mereka menganggap lokasi penambangan pabrik semen berada pada kawasan lindung geologi. Meski Ganjar sudah menjelaskan bahwa izin tersebut telah sesuai, warga tetap tidak puas. Sebab, tuntutan menghentikan pendirian pabrik semen tidak dipenuhi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan